Author Archive

shangri-la

Shangri-La Dukung Gerakan Earth Hour

Added by Earth Hour Indonesia on 18th March 2017 in the category Artikel, Earth Hour Jakarta.

Jakarta, 16 Maret 2017 – Sebagai cerminan dari komitmen untuk menjaga lingkungan hidup dan mengurangi dampak perubahan iklim, Shangri-La Hotel, Jakarta berpartisipasi kembali untuk setiap tahunnya dalam gerakan Earth Hour, sebuah gerakan internasional peduli perubahan iklim yang dipelopori oleh Worldwide Wildlife Fund for Nature (WWF). Hotel menyatakan komitmennya dalam perhelatan konferensi pers WWF di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada hari Kamis, 16 Maret 2017.

SLJ - CSR Earth Hour - Sunday Market

Pembicara dalam konferensi pers WWF tersebut adalah CEO WWF Indonesia:
Benja Mambai, Corporate Social Responsibility,Manager Shangri-La Hotel, Jakarta: Bintari Rarastiwi, dan selebriti Indonesia Davina, Arifin Putra, Jessica Mila dan Michelle Joan sebagai representatif WWF untuk gerakan Earth Hour yang tahun ini bertemakan “Earth Hour 2017: Shine a Light on Climate Action”.

Konferensi ini merupakan komitmen gabungan untuk mengajak individu, kelompok, sekolah, pemerintah kota, kantor-kantor perusahaan dan pemerintah, juga gedunggedung perkantoran dan pusat perbelanjaan, untuk mematikan lampu-lampu selama satu jam, di hari Sabtu, 25 Maret 2017, dari pukul 8.30 hingga 9.30 malam waktu setempat, sebagai simbol kepedulian terhadap kondisi alam dan iklim yang semakin memprihatinkan.

SLJ - CSR Earth Hour - Press Conference with WWF

Sementara itu, Shangri-La Hotel, Jakarta, akan mematikan lampu di sebagian area hotel dan mengurangi penggunaan penerangan di area publik, restoran maupun eksterior hotel. Para tamu hotel juga akan dihimbau untuk berpartisipasi dengan mematikan lampu di kamar-kamar mereka pada jam tersebut.

Tamu hotel juga diajak untuk berpartisipasi untuk menyalakan lilin natural dari batok kelapa bekas saat waktu pemadaman lampu tersebut di taman Hotel. Karyawan hotel mengumpulkan lebih dari 100 batok kelapa bekas, yang air dan dagingnya dibuat minuman istimewa di restoran SATOO. Batok
kelapa itu kemudian dijadikan wadah lilin dan disusun untuk membentuk angka ‘60+’ (simbol Earth Hour).

Selain memadamkan lampu, Hotel juga menyelenggarakan Sunday Earth Market atau bazaar hasil bumi pada tanggal 26 Maret 2017 dari pukul 10 pagi hingga pukul 3 sore. “Produsen-produsen makanan lokal dan ramah lingkungan terpilih memiliki kesempatan untuk memperkenalkan hasil
panen mereka. Tujuannya, untuk mengajak tamu dan khalayak untuk lebih mengkonsumsi hasil bumi lokal dibanding impor; yang diharapkan dapat berkontribusi untuk mengurangi jejak karbon yang dilepaskan dari kegiatan produksi, budidaya dan seberapa jauh makanan sampai ke meja konsumen” ujar Bintari Rarastiwi Corporate Social Responsibility Manager Shangri-La Hotel, Jakarta. Hasil-hasil panen antara lain kopi, madu, buah-buahan dan sayur-sayuran, beras, susu kedelai dan cemilan-cemilan.

SLJ - CSR Earth Hour - Coconut Shell

Shangri-La Hotel, Jakarta juga akan menyajikan hidangan dengan konsep ‘Rooted in Nature’ yaitu menu-menu yang diracik menggunakan bahan-bahan lokal terbaik. Menu akan dibuat menggunakan bumbu-bumbu yang ditanam di taman hotel, buah dan sayuran organik, hasil laut dari perairan lokal serta daging dari peternakan lokal. Tamu dapat mencicipi sajian ‘Rooted in Nature’ istimewa di hari Sabtu malam dan Minggu siang di SATOO, Internasional buffet restoran hotel, pada tanggal 25 dan 26 Maret 2017.

Hong Kong-based Shangri-La International Hotel Management Limited, one of the world’s premier hotel management companies, currently operates over 95 hotels in 22 countries and 73 destinations under the Shangri-La, Kerry, Hotel Jen and Traders brands. Prominently positioned in Asia, the group has established its brand hallmark of “hospitality from the heart” over four decades in Asia Pacific, the Middle East, Europe, North America and the Indian Ocean. The group has a substantial development pipeline with upcoming projects in mainland China, Cambodia, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Saudi Arabia and Sri Lanka. For more information, please visit www.shangri-la.com.

PRESS CONTACT: Lucy Thurana
Director of Sales and Marketing
Shangri-La Hotel, Jakarta
Tel: (62 21) 2922 9999 extensions 6940, 6942 and 6943
Fax: (62 21) 2922 9909
E-mail: lucy.thurana@shangri-la.com
Website: www.shangri-la.com

SQ

EARTH HOUR 2016 di Situs Warisan Dunia: Menjaga “Pinjaman” dari Generasi Penerus

Added by Earth Hour Indonesia on 16th March 2016 in the category Uncategorized.

Oleh: Natalia Trita Agnika


 

Gerakan EARTH HOUR kembali mengajak warga dunia untuk melakukan aksi melawan perubahan iklim. Kali ini, pesan “Shine a Light on Climate Action” disampaikan dari salah satu cagar budaya dunia yang berada di Indonesia dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Rama Shinta Garden Resto Prambanan pada Selasa (15/03). Tahun ini, perayaan Earth Hour di Indonesia yang jatuh pada Sabtu, 19 Maret 2016 pukul 20.30-21.30 waktu setempat, akan ditandai dengan partisipasi dua ikon Indonesia yang dikenal dunia, yaitu Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

[Baca juga: Pesan Perubahan Iklim dari Cagar Budaya Dunia]

“Candi Borobudur dan Candi Prambanan adalah dua warisan budaya dunia yang terus-menerus kita wariskan kepada generasi penerus. Jadi, kita bukan hanya diwarisi tetapi juga mewariskannya. Unsur itu pula yang menjadi filosofi Earth Hour, yaitu bahwa kita diingatkan bahwa alam kita bukan diwariskan (pada kita –Red) tetapi hanya dipinjami oleh generasi penerus. Ada pesan yang begitu kuat di kedua candi ini yang akan dibawa terus-menerus sampai ke generasi mendatang,” jelas Nyoman Iswarayoga, Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF-Indonesia dalam sambutannya.

wwf_6967

 

wwf_6912

Tahun sebelumnya, Candi Prambanan memang telah ikut ambil bagian dalam perayaan Earth Hour dengan memadamkan lampu candi selamaswitch-off Earth Hour berlangsung. Tahun ini, Candi Prambanan kembali berpartisipasi bersama-sama dengan Candi Borobudur yang akan turut berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam perayaan Earth Hour. Perayaan Earth Hour di Candi Borobudur pada tanggal 19 Maret mendatang  akan dipusatkan di Lapangan Aksobya sejak pukul 19.30 WIB.

“Pada tanggal 19 Maret 2016 nanti, Taman Wisata Candi akan memadamkan lampu-lampu candi dan lampu-lampu lain yang bisa kita padamkan pada pukul 20.30-21.30. Sedangkan lampu penerangan tetap nyala demi keamanan. Kami juga hanya menyalakan lampu dan pendingin ruangan yang dibutuhkan di lingkungan kantor kami. Hal ini akan menjadi gaya hidup di lingkungan kerja kami untuk seterusnya demi pengurangan penggunaan energi,” ujar Retno Hardiasiwi, Direktur Operasional PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Partisipasi Candi Borobudur dan Candi Prambanan pada Earth Hour 2016 didukung penuh oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), Balai Konservasi Borobudur dan Prambanan, serta UNESCO.

Nantinya, potret padamnya lampu di Candi Prambanan dan Borobudur pada perayaan Earth Hour mendatang akan menguatkan pesan bahwa kita sebagai sebuah bangsa dan sebagai individu mempunyai komitmen untuk melawan perubahan iklim. Komitmen itu dimulai dari hal paling kecil dengan memadamkan lampu selama satu jam dan kemudian setelah itu mengubah gaya hidup menjadi gaya hidup ramah lingkungan.

indonesia___yogyakarta___prambanan___hermanto_wardi_2

Selain menyampaikan pesan perubahan iklim kepada dunia dari cagar budaya dunia, Earth Hour Indonesia juga memanfaatkan kekuatan media sosial untuk menyelamatkan lingkungan. Earth Hour Indonesia pada tahun ini juga mendapat dukungan dari Twitter Indonesia. Pada saat malam Earth Hour, pengguna Twitter bisa mengikuti prosesi switch-off di Candi Borobudur lewat tayangan Periscope.

Teguh Wicaksono, Partnership Twitter Indonesia yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan bahwa Twitter sebagai sebuahplatform komunikasi memiliki misi yang berbanding lurus untuk menjembatani pihak-pihak yang ingin berbagi pesan positif, seperti Earth Hour. Dukungan ini tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa titik di belahan dunia yang lain.

Earth Hour tahun ini juga mengajak publik mendukung empat  kegiatan konservasi hijaukan hutan dengan berdonasi melalui programcrowdfunding komunitas Earth Hour Indonesia di kanal http://earthhour.kitabisa.com.

Konferensi pers yang turut dihadiri oleh komunitas Earth Hour Yogyakarta dan Earth Hour Solo ini ditutup dengan sebuah permenungan: “Kita bisa memilih akan berkontribusi melawan perubahan iklim atau tidak. Tetapi kita tidak bisa memilih apakah kita akan terkena dampak perubahan iklim atau tidak.”

Maukah kita memilih untuk berpartisipasi dalam Earth Hour 2016? INI AKSIKU!

SQ

“Shine a Light on Forest”: Komunitas EARTH HOUR Hijaukan Hutan

Added by Earth Hour Indonesia on 16th March 2016 in the category Uncategorized.

Oleh: Natalia Trita Agnika


 

earthhour.kitabisa.com

Gerakan EARTH HOUR tahun ini kembali mengajak publik untuk beraksi melawan perubahan iklim. Dengan mengusung tema “Shine a Light on Climate Action”, publik diminta memberikan pencerahan dan solusi untuk berbagai permasalahan akibat perubahan iklim. Aksi nyata yang dimulai dari diri sendiri tersebut dapat membawa perubahan, layaknya cahaya lilin yang memberi terang dalam kegelapan.

Pada perayaan ke-8 EARTH HOUR di Indonesia tahun ini, empat inisiatif program konservasi dari komunitas EARTH HOUR di empat kota dilakukan untuk menghijaukan hutan Indonesia. Mulai dari penghijauan di daerah sumber mata air yang memiliki fungsi penting untuk penyangga tanah dan penyerap air hingga penanaman di hutan mangrove yang memiliki beragam manfaat ekologi dan ekonomi.

EH Balikpapan_mangrove

Publik dapat mendukung keempat kegiatan konservasi tersebut melalui program crowdfunding di laman earthhour.kitabisa.com. Dengan demikian, banyak pihak bisa mendonasikan uangnya secara patungan (mengumpulkan uang) untuk mendanai program konservasi hutan yang sedang digarap oleh komunitas penggiat EARTH HOUR di berbagai daerah, yaitu Surabaya, Malang, Balikpapan, dan Denpasar.

Komunitas EARTH Hour regional Jawa Timur mewujudkan tema global EH tahun ini menjadi “Shine a Light on Greener East Java.” Mereka ingin memfokuskan aksi untuk melawan perubahan iklim dengan membuat area Jawa Timur lebih hijau. Penggiat Earth Hour di Surabaya misalnya, mengadakan program untuk menghijaukan mangrove di pesisir Surabaya. Sudah sekitar 2000 bibit mangrove mereka tanam sejak tahun 2015 yang lalu. Upaya pelestarian mangrove tersebut dilakukan karena pembangunan yang mengarah ke pesisir dan pembuangan limbah industri mengalir ke kawasan hutan mangrove.

[Baca juga: Konservasi Hutan Mangrove, Aksi Nyata Earth Hour Surabaya untuk Daerahnya]

Masih dalam semangat penghijauan, penggiat EH Kota Batu, Malang melakukan penanaman pohon. Kegiatan tersebut dilakukan di sekitar kawasan sumber mata air. Hal ini dilakukan mengingat kawasan Kota Batu menjadi salah satu kunci pelestarian sumber mata air karena letaknya yang berada di lereng pegunungan. Dalam sepuluh tahun terakhir, Kota Batu kehilangan setengah dari sumber mata air semula dan sumber mata air yang tersisa mengalami penurunan debit. Melalui program “Konservasi Sumber Air Dok Junrejo”, EH Kota Batu mengajak publik berpartisipasi dalam konservasi sumber mata air Kota Batu. Kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat sekitar apabila pohon yang ditanam tumbuh dengan baik dan membuahkan hasil.

EH Balikpapan juga melakukan penyelamatan mangrove lewat program#SatriaMangrove yang sudah dilakukan sejak tahun 2014. Melalui program ini, mereka berharap agar publik memiliki rasa memiliki terhadap mangrove sehingga turut menjaga, merawat, dan melestarikan keberadaan mangrove yang telah ditanam di daerah aliran sungai (DAS) Manggar, Balikpapan. Dulu, banyak masyarakat pendatang yang tinggal di situ membuka tambak ikan dengan cara menebang pohon-pohon mangrove yang ada di sana. Seiring berjalannya waktu, tambak-tambak tersebut tak lagi produktif dan ditinggalkan begitu saja. Daerah tambak yang sudah kosong dihijaukan kembali dengan adopsi mangrove.

mangrove_for_love_4_3

Aksi serupa dilakukan oleh komunitas EH Denpasar. Pada tahun 2016 ini, EH Denpasar kembali menumbuhkan kecintaan publik terhadap keberadaan mangrove melalui program Mangrove for Love. Program yang mulai dilakukan sejak Februari 2015 ini dilakukan melalui kegiatan pembibitan, perawatan, pembersihan dari sampah plastik, edukasi, dan mencari manfaat ekonomi dari hutan mangrove tanpa mengurangi wilayahnya.

Keempat aksi menghijaukan hutan tersebut telah memberikan cahaya bagi bagi kelestarian lingkungan. Mari kita turut berikan cahaya dengan memberikan dukungan melalui earthhour.kitabisa.com.

Let’s shine a light on forest! INI AKSIKU!

APSQ

Konservasi Hutan Mangrove, Aksi Nyata Earth Hour Surabaya untuk Daerahnya

Added by Earth Hour Indonesia on 7th March 2016 in the category Earth Hour Surabaya.

Oleh: Natalia Trita Agnika

Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang berada di kawasan pesisir. Karena itulah keberadaan hutan mangrove memegang peranan penting bagi Kota Pahlawan ini. Selain untuk mencegah abrasi, hutan mangrove juga berfungsi sebagai penetralisir masuknya air laut dan menjadi rumah bagi berbagai satwa, seperti biawak, kura-kura, ular, monyet, dan burung. Demikian pula dengan beberapa jenis ikan, udang, dan kepiting.

Namun, saat ini keberadaan hutan mangrove di Surabaya semakin menyusut dan kondisinya memprihatinkan. Lahan di sekitar daerah hutan mangrove banyak dibangun perumahan dan dijadikan pemukiman warga. Para wisatawan yang kurang peduli terhadap lingkungan juga membuang dan meninggalkan sampah seenaknya. Akibatnya, hutan mangrove yang menjadi tempat wisata tak lagi asri.

10945398_10205214809722296_5825849040675720259_o

Earth Hour Surabaya sebagai komunitas peduli lingkungan yang terdiri dari kaum muda Surabaya merasa tergerak untuk melakukan aksi positif. Mereka berkomitmen untuk menyelamatkan eksistensi hutan mangrove dengan terus mengkampanyekan perilaku ramah lingkungan demi mengurangi efek perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Sejak awal 2015 lalu, EH Surabaya telah melakukan program Konservasi Mangrove di Hutan Mangrove Wonorejo hingga tahap tiga. Penanaman Mangrove tahap pertama dilaksanakan pada 25 Januari 2015, tahap kedua pada 28 April 2015, dan tahap ketiga pada 28 November 2015.

[Baca juga: Earth Our Regional Kalimantan Beraksi Melawan Kabut Asap]

Ajakan EH Surabaya kepada publik untuk lebih peduli terhadap keberadaan mangrove di daerah mereka mendapat sambutan positif. Berbagai komunitas, media, instansi, bahkan sekolah banyak yang turut berpartisipasi dalam aksi penanaman mangrove. Setidaknya ada 100 partisipan yang terlibat dalam setiap kegiatan penanaman. Mereka antusias ikut andil memberikan aksi nyata menjaga keberadaan hutan mangrove di Surabaya. Pada penanaman mangrove tahap I, EH Surabaya mengundang beberapa komunitas di Surabaya serta petani tambak Wonorejo untuk berpartisipasi menanam sebanyak 300 bibit mangrove. Selanjutnya, pada penanaman tahap II, EH Surabaya bekerja sama dengan pihak Sheraton Hotel & Towers untuk melakukan penanaman mangrove sebanyak 700 bibit yang dihadiri oleh berbagai komunitas. Sedangkan penanaman tahap III dihadiri oleh perwakilan EH regional Jawa Timur, mulai dari EH Batu, EH Malang, EH Sidoarjo hingga EH Kediri untuk menanam sebanyak 1000 bibit mangrove yang diberikan oleh Mangrove Centre Kota Tuban dan Dinas Pertanian Kota Surabaya.

22757593834_87b278ccf0_o

Pada 17 Januari 2016 yang lalu, EH Surabaya juga terlibat dalam sebuahkolaborAKSI yang diprakarsai oleh HiLo Green Community (HGC) melakukan aksi penanaman mangrove di hutan mangrove Wonorejo. Berbagai komunitas pemerhati lingkungan juga turut terlibat dalam aksiKolaborAKSI Konco Mangrove ini. Kepedulian arek-arek Surabaya terhadap lingkungan terbukti dalam aksi ini.

[Baca juga: Earth Hour Aceh Peduli Nasib Gajah]

Tak sekadar menanam, mereka pun melakukan piket mingguan untuk memeriksa kondisi mangrove yang telah ditanam. Apabila menemukan ada bibit mangrove yang mati, mereka akan menggantinya dengan bibit pada kegiatan penanaman berikutnya.

EH Surabaya beraksi nyata melindungi daerahnya dengan menjaga hutan mangrove yang ada. Ini AKSIKU! Mana AKSIMU?

Parade Nasib Gajah2SQ

Earth Hour Aceh Peduli Nasib Gajah

Added by Earth Hour Indonesia on 7th March 2016 in the category Earth Hour Aceh.

Oleh: Natalia Trita Agnika

Sejak tahun 2015 yang lalu, gerakan Earth Hour Aceh mengajak publik, terutama masyarakat Aceh untuk peduli terhadap nasib Gajah Sumatera yang terancam punah. Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki populasi Gajah Sumatera. Melalui kampanye #UseYourPower Help the Sumatran Elephants, EH Aceh mengusung pesan-pesan penyelamatan dan kepedulian terhadap nasib Gajah Sumatera.

Untuk menarik perhatian publik, EH Aceh menggelar Parade Nasib Gajah yang dilakukan pada Maret 2015 silam dengan berkeliling ibukota Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh. Parade ini diramaikan juga dengan aksi teatrikal bersama para seniman dari Sanggar Seni 55. Rencananya, parade serupa dengan menghadirkan partisipasi massa yang lebih besar akan kembali dilakukan pada tahun ini. Hal tersebut dilakukan mengingat makin maraknya kasus gajah yang mati akibat diracun dan diambil gadingnya. Dengan kegiatan itu, diharapkan semakin banyak orang sadar dan peduli terhadap nasib satwa liar tersebut. Masyarakat juga diharapkan makin tahu bagaimana mengatasi gajah yang masuk ke area pemukiman warga tanpa menimbulkan dampak negatif. Aksi peduli nasib gajah ini melibatkan kolaborasi dengan beberapa pihak, di antaranya Pemkot Banda Aceh, BLH Aceh, Polda Aceh, dan komunitas lainnya.

audiensi Kapolda Aceh

Selain melalui parade, EH Aceh juga mengkampanyekan pelestarian gajah dalam setiap kegiatan sosialisasi tentang Earth Hour. Mereka pun melakukan audiensi dengan Kapolda Aceh serta membahas tentang penegakan hukum bagi pembunuh satwa yang dilindungi. Berdasarkan keterangan Koordinator Kota EH Aceh, Dedy Saputra Jalil, pihak Kapolda Aceh sudah berkomitmen akan menghukum para pelaku dengan hukuman seberat-beratnya.

Dalam setiap kampanye, Earth Hour Aceh menggunakan kekuatan media sosial untuk meraih hasil maksimal. Penggunaan media sosial untuk menyebarkan kegiatan-kegiatan positif pun ditularkan ke generasi muda lainnya yang ada di Aceh melalui sebuah workshop tentang kampanye melalui media sosial. Workshop yang bekerja sama dengan Greneration Indonesia dan Kedutaan Besar Amerika Serikat tersebut digelar pada 13-14 Februari 2016 yang lalu  di Aula Politeknik Aceh dan diikuti oleh ratusan pelajar, mahasiswa, dan komunitas yang ada di Banda Aceh.

Parade Nasib Gajah2

EH Aceh sudah menggunakan kekuatan media sosial demi kelestarian satwa liar dan habitatnya. Pada Earth Hour kali ini, matikanlah lampu dan gunakanlah media sosial untuk beraksi demi kebaikan bumi. INI AKSIKU! MANA AKSIMU?

EH Palangkaraya 4SQ

Earth Hour Regional Kalimantan Beraksi Melawan Kabut Asap

Added by Earth Hour Indonesia on 2nd March 2016 in the category Uncategorized.

Oleh: Natalia Trita Agnika

“Palangkaraya Gelap oleh Asap”. Itulah judul berita salah satu media cetak nasional ketika memberitakan  dampak kabut asap pada tahun 2015 silam. Kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Tengah pada tahun lalu mengakibatkan aktivitas penerbangan terganggu, jarak pandang terbatas, hingga gangguan kesehatan.

Earth Hour Palangkaraya sebagai salah satu komunitas yang peduli terhadap lingkungan hidup tidak tinggal diam. Mereka segera melakukan serangkaian aksi terkait kabut asap. Hal pertama yang mereka lakukan adalah kampanye dan menyebarkan informasi melalui media sosial mengenai kabut asap, di antaranya tentang penyebab kebakaran, bahaya asap, kegiatan penanggulangan yang dilakukan oleh banyak pihak (Pemda dan relawan), dan tindakan preventif yang bisa dilakukan oleh masyarakat menghadapi asap. Melalui Facebook, informasi yang mereka sampaikan mendapat sambutan dari masyarakat Palangkaraya dan Kalimantan Tengah.

EH Palangka (3)

Tak berhenti di media sosial, EH Palangkaraya juga melakukan aksi langsung dengan melakukan penggalangan donasi. Dana yang terkumpul digunakan untuk memberikan layanan kesehatan gratis  (pemeriksaan dan pemberian obat cuma-cuma), pembagian susu dan vitamin anak kepada warga masyarakat dan relawan pemadam kebakaran yang rentan terkena dampak kabut asap. Aksi peduli kesehatan#bantukorbanasap tersebut dilakukan setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya.

Memanfaatkan kekuatan media sosial, pesan broadcast, dan proposal, EH Palangkaraya bisa melakukan 30 aksi di satu kota, yaitu Palangkaraya dan enam kabupaten (Kab. Kapuas, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Kotawaringin Timur, Kab. Katingan, dan Kab. Pulang Pisau). Sebanyak 25 aksi layanan kesehatan gratis yang dilakukan telah melayani 2.294 pasien. EH Palangkaraya juga membagikan masker N95 dan masker bedah sebanyak 5.934 buah, 3.301 botol vitamin anak, 200 kaleng oksigen murni, 1.240 paket sembako, dan 6.074 gelas susu.

EH Balikpapam_Masker

Aksi nyata tersebut berhasil dilakukan karena berkolaborAKSI dengan banyak pihak, salah satunya dengan WWF-Indonesia kantor Kalimantan Tengah yang memberikan dukungan transportasi sehingga semua dana dapat dimaksimalkan untuk pembelian obat-obatan, susu, dan vitamin. Bantuan datang dari berbagai pihak, baik dari Kalteng maupun luar Kalteng. Selain berupa dana dan barang, bantuan juga berupa relawan dokter serta dukungan tenaga medis dan apoteker. Eksekusi di lapangan dibantu oleh ketua RT, tokoh masyarakat, kepolisian, dan aparat desa. Aksi EH Palangkaraya tersebut mendapatkan penghargaan Bakti Kami Indonesia tahun 2015 untuk kategori komunitas Peduli lingkungan yang diberikan oleh BRI dan Kopi Jos Palangkaraya.

Komunitas EH lainnya yang berada di regional Kalimantan juga tak berpangku tangan. EH Balikpapan misalnya, turut melakukan aksi bagi-bagi masker di jalan untuk para pengendara bermotor, terutama anak-anak dan orangtua. BerkolaborAKSI dengan Indonesia Bebas Asap, mereka menggalang dana dari masyarakat Balikpapan untuk korban asap di beberapa tempat yang terkena dampak sangat parah dan kualitas udaranya sudah sangat berbahaya.

EH Balikpapan_mangrove

Selain isu kabut asap, komunitas Earth Hour Balikpapan juga peduli terhadap daerah aliran sungai (DAS) yang ada di daerah mereka. DAS yang dimaksud adalah DAS Manggar. Dulu, banyak masyarakat pendatang yang tinggal di situ membuka tambak ikan dengan cara menebang pohon-pohon mangrove yang ada di sana. Seiring berjalannya waktu, tambak-tambak tersebut tak lagi produktif dan ditinggalkan begitu saja. Dengan semangat cinta lingkungan, EH Balikpapan melakukan aksi demi perubahan ke arah yang lebih baik. Sejak akhir tahun 2014, EH Balikpapan mengadakan Aksi Satria Mangrove dengan menggunakan sistem adopsi dalam penanaman mangrove yang dikenal dengan#AdopsiMangroveBPN. Tiap orang yang berkeinginan ikut serta dalam penanaman, mendonasikan uang sejumlah Rp 10.000,- untuk tiap bibit mangrove yang akan ditanam. Para adopter akan mendapatkan  1 bibit mangrove dan laporan monitoring selama 3 bulan dalam bentuk foto-foto yang sudah ditanam. Program ini bekerja sama dengan pihak  POKMASWAS ( Kelompok Masyarakat Pengawas ) Hutan Mangrove DAS Manggar sebagai fasilitator. Daerah tambak yang sudah kosong dihijaukan kembali dengan adopsi mangrove. Sekarang, masyarakat di sekitar DAS Manggar sudah mulai sadar untuk menjaga lingkungan sekitar DAS dengan menjaga pohon mangrove yang ada.

Gerakan Earth Hour telah menjadi milik publik. Kita pun dapat melakukan aksi seperti EH Regional Kalimantan yang telah beraksi memberikan cahaya bagi lingkungan. Ini AKSIKU, mana AKSIMU?

jody_spectrumsq

EARTH HOUR: Suarakan Aksi untuk Bumi

Added by Earth Hour Indonesia on 1st March 2016 in the category Uncategorized.

Oleh: Natalia Trita Agnika

Memasuki bulan Maret, warga dunia bersiap menyambut sebuah gerakan kampanye global yang bertujuan untuk menyampaikan pesan dalam rangka mengatasi perubahan iklim. Kampanye yang dikenal dengan nama EARTH HOUR ini dilakukan setiap Sabtu terakhir di bulan Maret pada pukul 20.30-21.30 (waktu setempat). Tahun ini, EARTH HOUR dilakukan pada Sabtu (19/03) mendatang. Selama satu jam, di saat yang bersamaan, publik dengan sadar dan antusias bergabung mematikan lampu dan alat listrik yang tidak mereka gunakan dan selanjutnya menjadi sebuah gaya hidup.

Kampanye global ini diinisiasi oleh WWF dan telah melibatkan banyak pihak di beberapa negara. Pada tahun 2013, sebanyak 2,3 juta orang telah ikut berpartisipasi mematikan peralatan listrik yang tak terpakai selama satu jam.

bundaran_hi

Bundaran HI saat Earth Hour

EARTH HOUR di Indonesia

Di Indonesia, EARTH HOUR diawali pada tahun 2009 hanya di Jakarta. Tema yang diusung adalah “Pilih Bumi Selamat atau Bumi Sekarat?”. Pada tahun berikutnya, 2010, tema “Ubah Dunia Dalam 1 Jam” diangkat supaya mata publik terbuka bahwa dukungan individu pun dapat berkontribusi pada perubahan dunia.
EARTH HOUR tak hanya sekadar kampanye untuk mematikan lampu. Karena itulah, pada tahun 2011, tema “Setelah 1 Jam Dijadikan Gaya Hidup” disertai dengan perubahan logo “60+” diharapkan mampu mengajak publik untuk menjadikannya sebagai gaya hidup setiap hari. Setelah menjadi gaya hidup, partisipasi publik makin ditingkatkan dengan ajakan untuk melakukan aksi positif bagi lingkungan melalui pesan “Ini Aksiku! Mana Aksimu?” yang diusung oleh EARTH HOUR 2012 sampai dengan 2015. Berbagai aksi ramah lingkungan pun bermunculan, seperti hemat energi (menggunakan listrik seperlunya saat di rumah dan tempat kerja), transportasi publik (beralih atau lebih sering menggunakan transportasi publik untuk mengurangi beban kendaraan pribadi), mengurangi sampah plastik (membawa tas belanja pakai ulang, membawa botol minum sendiri), dan mengurangi pemakaian kertas.
Aksi kecil tapi nyata

Mangrove For Love 4

AKSI Mangrove for Love

Keunikan yang juga merupakan kekuatan EARTH HOUR terletak pada aksi kecil tapi nyata yang dilakukan oleh banyak pihak. Selain dengan cara mematikan lampu serta peralatan listrik yang tak terpakai dan menjadikannya sebagai gaya hidup, aksi nyata lainnya adalah dengan memberikan dukungan dana untuk program-program konservasi yang diusung pada EARTH HOUR. Melalui crowdfunding, banyak pihak bisa mendonasikan uangnya secara patungan (mengumpulkan uang) untuk mendanai program konservasi hutan dan laut yang sedang digarap oleh komunitas penggiat EARTH HOUR di berbagai daerah.

Gerakan EARTH HOUR saat ini sudah menjadi milik publik. Mulai dari individu, komunitas, hingga korporasi turut berkomitmen mendukung EARTH HOUR. Tahun 2015 yang lalu, IndoRunners, sebuah komunitas penyebar ‘virus’ lari di Indonesia melakukan aksi berlari demi alam yang lestari. Melalui “7-7-7: 7 Regions, 7 K, 7 Causes”, mereka mengajak publik peduli dan berdonasi untuk lingkungan hidup.

Peugleh Pasie

AKSI Pungut Sampah di Pantai

Suarakan aksi melalui media sosial

Kampanye EARTH HOUR akan semakin berdampak bila makin banyak pihak bergabung dan berkomitmen melakukannya. Mari tularkan virus cinta lingkungan kepada banyak orang. Manfaatkanlah kekuatan media sosial untuk membantu menyelamatkan alam. Pada EARTH HOUR tahun ini, berikanlah cahaya bagi aksi untuk mengatasi dampak perubahan iklim melalui kekuatan media sosial yang kita miliki. Salah satunya adalah dengan mendonasikan akun media sosial untuk menyuarakan kepedulian dan aksi untuk Bumi.

Are you ready for EARTH HOUR Indonesia? Ini AKSIKU, mana AKSIMU?

3sq

Makassar Climate March – #March4Me #March4U #March4Us “There is no Planet B”

Added by Earth Hour Indonesia on 15th December 2015 in the category Earth Hour Makasar.

Pada tanggal 30 November, 150 pemimpin dunia bertemu di Paris untuk memulai negosiasi kesepakatan iklim global berikutnya. Itu sebabnya, sehari sebelumnya, orang di seluruh dunia akan turun ke jalan dan mendorong para pemimpin di setiap tingkat pemerintahan untuk berkomitmen 100% energi terbarukan untuk menjaga kenaikan suhu global dibawah 2 derajat celcius. Global Climate March merupakan suatu KolaborAKSI yang dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia dimana mereka menyampaikan tuntutan mereka mengenai perubahan iklim dengan turun ke jalan sambil membawa atribut kampanye mereka masing-masing. Tahun ini Global Climate March diadakan pada tanggal 28 atau 29 November 2015, akhir pekan sebelum dimulainya Konferensi Tingkat Tinggi UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) PBB #COP21 (Conferences of Parties) di Paris yang berlangsung pada tanggal 30 Nopember – 11 Desember 2015. Makassar yang dalam hal ini atas inisiasi oleh Earth Hour Makassar bersama beberapa elemen pendukung, melakukan Long March sepanjang Car Free Day – Losari (Jl. Penghibur) pada tanggal 29 November 2015. KolaborAKSI ini dimulai pada pukul 07.30 WITA dengan titik awal didepan Tugu Adipura yang kemudian bergerak hingga depan Anjungan Bugis Makassar dan berakhir pada pukul 09.05 WITA di depan Anjungan Toraja Mandar.

1

KolaborAKSI ini dihadiri oleh Champion Earth Hour Masyarakat, siswa – siswi serta guru – guru dari SD Tanggul Patompo 1 dan 2, masyarakat pengunjung CFD, KOPHI Sulsel, Sobat Bumi Makassar, beberapa peneliti asing yang berada di Makassar dan beberapa volunteer dari JiCA. AKSI ini mengusung tema #COP21 #Paris2015 #March4Me #March4U #March4Us. Tema ini diusung karena AKSI ini hendak mewakili semua pihak, terutama warga Paris – Perancis yang tidak dapat menggelar Climate March karena alasan keamanan.

2

Makassar Climate March (MCM) ini tentunya bertujuan untuk menyampaikan tuntutan kita sebagai bagian dari penduduk bumi kepada para seluruh pemimpin negara dari berbagai belahan dunia untuk berani mengambil keputusan dan bertindak untuk #ChangeClimateChange. Beberapa desakan yang disuarakan oleh peserta MCM terkait coral bleaching, kebakaran hutan, dan pemanfaatan energi terbarukan (angin, air, sinar matahari) sebagai pembagkit listrik. Selain itu peserta MCM juga mengajak masyarakat yang hadir di CFD Losari untuk ikut menunjukkan dukungan dan tuntutan mereka melalui link www.tweetyourleader.org kepada para pemimpin dunia yang hadir dalam #COP21 terutama Bapak Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia.

3

Masyarakat tampak antusias dengan AKSI MCM ini. Banyak dari mereka yang bertanya-tanya tentang AKSI ini serta apa dampaknya bagi mereka. Salah seorang peserta MCM sendiri kemudian menerbitkan tulisannya tentang AKSI ini dalam media elektronik internasional (guardian.com) dan berita ini menjadi salah satu bahan perbincangan oleh netizen.

1

AKSI EARTH HOUR MAKASSAR DAN INDO RUNNERS MAKASSAR #RUNFORHAZE : BERLARI UNTUK #BANTUKORBANASAP

Added by Earth Hour Indonesia on 14th December 2015 in the category Earth Hour Makasar.

Makassar, 8 November 2015. AKSI kali ini bertemakan #RUNFORHAZE : BERLARI UNTUK #BANTUKORBANASAP” dilaksanakan pada hari Minggu, 08 November 2015 ini dimulai pada pukul : 06.30 WITA-selesai, bertempat di CFD Sudirman dengan titik start dan finish di depan Monumen Mandala. AKSI ini merupakan kolaborAKSI dengan INDO RUNNERS Makassar dan Bosowa Runners.

 

Kami berlari sepanjang 5 km dengan rute sebagai berikut : Monumen Mandala (start)-Jl. Jendral Sudirman-Jl. Gunung Bawakaraeng-Jl. Sungai Cerekang-Jl. Gunung Bulusaraung-Jl. Jendral Ahmad Yani-Jl. Ujung Pandang-Jl. Riburane-Jl. Slamet Riyadi-Jl. Sultan Hasanuddin-Jl. Letjen Suprapto-Jl. Jendral Sudirman-Monumen Mandala (finish). Setiap peserta melakukan registrasi pada pukul 06.30 WITA dengan donasi minimal Rp. 20.000,- (include : patch number dan medali di garis finish).

2 3

Selain itu, kami juga aktif mengajak seluruh peserta dan masyarakat pengunjung CFD Sudirman untuk #BeliYangBaik dengan sign up di change.org/beliyangbaik. Jumlah peserta yang turut berpartisipasi untuk #BantuKorbanAsap yakni sekitar 100 (seratus) pelari dari berbagai latar belakang komunitas ataupun pribadi. Seluruh peserta berhasil mencapai garis finish di pukul 08.15 WITA dan langsung diberikan medali oleh panita di garis finish.

1

 

Akumulasi donasi #BantuKorbanAsap yang berhasil dikumpulkan adalah Rp. 4.130.000,- (Empat Juta Seratus Tiga Puluh Ribu Rupiah). Terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah terlibat dan berdonasi untuk #BantuKorbanAsap . Semua donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada korban bencana asap oleh Yayasan Auriga Nusantara yang merupakan bagian dari koalisi #IndonesiaBebasBernapas bersama Earth Hour Indonesia dan WWF-Indonesia.

rsz_dsc_2049e

Aksi Tetap Jalan, EH Surabaya Lanjut Dolan

Added by Earth Hour Indonesia on 11th December 2015 in the category Earth Hour Surabaya.

Gak berasa nih sobat EH, sudah sekitar dua bulan sejak open recruitment para voluntir baru bergabung dalam keluarga besar Earth Hour Surabaya. Sudah banyak kontribusi dan partisipasi mereka dalam aksi-aksi yang kami telah lakukan dalam kurun waktu tersebut. Tapi belum lengkap dong kalau sudah menjadi keluarga tapi masih belum mengenal satu sama lain.

IMG_0433e

DSC_2027e

Minggu(22/11) tepatnya pukul 08.00, EH Surabaya mengadakan kegiatan internalisasi antar voluntir yaitu EH Dolan yang berlokasi di Kenjeran Park Surabaya. Maksud dan tujuan dari kegiatan EH Dolan ini tidak lain adalah untuk mempererat hubungan antar voluntir dari divisi-divisi EH Surabaya, baik yang telah lama maupun yang baru bergabung. EH Dolan ini terdiri dari beberapa permainan yang dibagi menjadi empat pos. Pertama-tama semua voluntir dan panitia kegiatan berkumpul di depan Pagoda di dalam Kenpark. Para panitia memberikan briefing tentang beberapa permainan yang ada di dalam keempat pos tersebut, serta membagi para voluntir menjadi delapan kelompok.

IMG_0533e

_MG_0030e

Pada pos pertama ada permainan yang menguras pengetahuan para voluntir tentang Earth Hour dan #BeliYangBaik nih sobat EH. Ada beberapa petak yang nantinya secara bergantian akan dipilih oleh perwakilan dari tiap-tiap kelompok. Apabila dalam baris pertama, kedua dan seterusnya sampai baris keenam peserta dapat memilih petak yang tepat, maka peserta dan kelompoknya akan diberi pertanyaan seputar Earth Hour. Namun apabila petak yang dipilih salah atau jawaban dari pertanyaan panitia juga salah, maka peserta dihukum dengan dikasi coretan cat loh sobat EH. Menegangkan gak sih, buat kelompok yang salah semua mukanya jadi gimana yah sobat EH? Haha.

DSC_2049e

Lanjut ke pos dua, ada permainan memasukkan pensil ke dalam botol kosong. Tapi permainan kami kali ini berbeda dari yang biasanya loh. Peserta dalam satu kelompok akan berusaha memasukkan pensil yang dikendalikan oleh seluruh anggota tim dengan seutas tali ke dalam botol kosong. Sebelumnya para peserta ditutup matanya dengan menggunakan slayer dan hanya satu anggota saja yang tidak ditutup karena bertindak sebagai pemberi instruksi. Permainan ini bertujuan untuk melatih ketangkasan dan juga kerjasama antar peserta.

Di pos tiga, ada game yang gak kalah seru nih sobat EH. Masing-masing tim yang sampai di pos ini akan diberikan sebuah clue untuk dipecahkan dan harus menemukan enam digit password agar dapat memasuki game selanjutnya. Peserta harus rela berpanas-panasan di bawah teriknya matahari dan diberi clue untuk menghitung relief naga berwarna hijau dan anak tangga yang ada di Pagoda Kenpark. Kombinasi dari jumlah tersebut akan menjadi password untuk game yang bernama “Komando”. Dalam game ini para peserta dalam satu tim akan membentuk barisan dan ditutup matanya menggunakan slayer, namun hanya pemain paling belakang saja yang membuka mata. Mereka harus mengambil benda-benda yang telah ditentukan oleh panitia. Cara bermainnya yaitu pemain paling belakang mengarahkan temannya dengan cara menepuk pundak kanan untuk belok kanan, menepuk pundak kiri untuk belok kiri, menarik pundak temannya untuk berhenti dan menepuk di bagian tengah untuk mengisyaratkan bahwa benda yang harus diambil berada di depannya.

DSC_2054e

DSC_2032e

“Yah tujuannya sih biar para peserta lebih aware terhadap dampak dari climate change, hehe.” Ujar Kak Ical selaku panitia di pos ketiga ini.

Dan di pos keempat atau pos terakhir yaitu ada game “Dare or Dare”. Setiap tim harus memilih satu dari banyak undian di dalam sebuah mangkok yang berisi tantangan-tantangan yang harus dijalankan oleh setiap anggota tim. Tantangan tersebut bisa berisi berfoto bersama dengan orang yang membawa pasangan, mengatakan “suka” kepada pengunjung, mengajak pengunjung yang berbaju biru untuk mengucap slogan Earth Hour, dan masih banyak lagi. Wah para anggota tim pasti merasa tertantang sekali nih sobat EH.

Pada permainan terakhir, semua voluntir EH Surabaya baik panitia maupun peserta diminta untuk membentuk lingkaran kecil dan lingkaran besar diluar lingkaran kecil tersebut dengan bergandengan tangan. Lalu kami semua harus menemukan cara bagaimana agar kedua lingkaran yang kami buat dapat menyatu menjadi sebuah lingkaran besar. Kedengarannya sih susah, tapi akhirnya kami dapat melakukannya dengan mudah. Yay!

DSC_2137e

Semua kegiatan pun kami tutup dengan beristirahat dan menikmati bekal yang telah kami bawa dari rumah masing-masing, yang pastinya bertujuan untuk meminimalisir penggunaan botol dan kantong plastik serta mengurangi sampah nih sobat EH. Melelahkan sih, tapi juga sangat menyenangkan. Dengan diadakannya EH Dolan kali ini, semoga dapat mempererat hubungan para voluntir EH Surabaya dan semakin mengenal satu sama lain antar divisi-divisi. Sehingga kami juga dapat menjadi keluarga besar yang solid dan tetap memberikan kontribusi terbesar kami dalam setiap aksi yang dilakukan EH Surabaya.

Earth Hour Surabaya #IniAksiku mana aksimu!

rsz_img_5070e

Tetap #BeliYangBaik dalam Kemeriahan ECW Vaganza

Added by Earth Hour Indonesia on 11th December 2015 in the category Earth Hour Surabaya.

Hai sobat EH, mengingat ekstrimnya perubahan iklim yang makin kita rasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, kami Earth Hour Surabaya kembali melanjutkan kampanye kami dan mengajak masyarakat sekitar untuk turut menyelamatkan bumi. Jumat (20/11) Earth Hour Surabaya hadir dengan membuka booth dalam event Enterpreneur Career and Workshop (ECW) Vaganza Friday Market yang bertempat di Surabaya Town Square (Sutos). Event ini diadakan oleh himpunan mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga dan juga dimeriahkan oleh banyak guest star loh. Yuk intip kita ngapain aja kemarin!

IMG_5072e

IMG_5071e

Dimulai dari pagi, teman-teman dari divisi Logistik mulai loading in di Sutos nih, tepatnya pukul 04.00. Wah pagi banget ya sobat EH, kebayang kan gimana antusiasnya EH Surabaya dalam berkampanye untuk mengenalkan gaya hidup ramah lingkungan kepada masyarakat sekitar. Kemudian dilanjut dengan menata booth kami yang tepatnya berdiri di sebelah kanan panggung ECW Vaganza. Kami memenuhi booth kami dengan berbagai foto dari aksi-aksi yang telah kami lakukan yang merupakan hasil jepretan temen-temen dari divisi Multimedia loh. Mulai dari aksi kampanye Nasib Gajah, Beli Yang Baik, Melawan Asap, serta tidak ketinggalan aksi berkelanjutan kami yaitu Konservasi Mangrove. Kami juga menjual merchandise berupa t-shirt EH Surabaya yang nantinya dana dari hasil penjualan tersebut akan kami donasikan untuk program Konservasi Mangrove tahap tiga kami selanjutnya. For your information nih sobat EH, aksi Konservasi Mangrove kami sudah memasuki tahap tiga loh dan akan diadakan tgl 28 November besok di Hutan Mangrove Wonorejo. Sobat EH bisa banget nih ikut berpartisipasi dalam penanaman kami kali ini, acara dimulai pukul 06.00 sampai selesai.

IMG_5070e

IMG_5035e

Selain itu sekitar pukul 16.45, perwakilan dari EH Surabaya yaitu Kak Ical dan Kak Ica hadir dalam talkshow yang membahas kampanye #BeliYangBaik loh. Mereka menjelaskan tentang berbagai aksi EH Surabaya serta berbagi tips untuk memilih produk yang ramah lingkungan. Acara masih tetap berlanjut nih sobat EH, semakin malam acara dan pengunjung juga semakin ramai. Banyak dari pengunjung yang mampir di booth kami nih untuk bertanya-tanya seputar EH Surabaya atau hanya sekedar melihat-lihat foto aksi kami. Banyak juga voluntir yang hadir untuk meramaikan booth kami loh, serta guest star yang memeriahkan gak kalah keren nih seperti ITS Jazz, Gleam, The Skabanton, DJ Maharanie, dan masih banyak lagi. Jadi lengkap banget nih keseruan kami berpartisipasi dalam event ECW ini.

IMG_5234e

IMG_5127e

Di penghujung acara, akhirnya EH Surabaya melakukan loading out sekitar pukul 12 malam yang dibantu oleh temen-temen dari divisi logistik. Capek sih, tapi itu gada apa-apanya dibanding dengan besarnya antusias kami dalam acara ini dan untuk tetap mengajak masyarakat Surabaya melakukan gaya hidup yang ramah lingkungan. Yuk tetap #BeliYangBaik untuk selamatkan bumi.

crop

1000 Pohon Mangrove untuk #HijaukanHutan Surabaya

Added by Earth Hour Indonesia on 11th December 2015 in the category Earth Hour Surabaya.

#HijaukanHutan #BirukanLaut! Seruan tersebut merupakan tema yang dibawakan oleh WWF dan Earth Hour Indonesia untuk mendukung konservasi lingkungan yang telah berkurang habitatnya di beberapa daerah di Indonesia pada tahun ini. Banyak dari komunitas Earth Hour di berbagai kota di Indonesia yang telah menunjukkan kontribusinya dalam gerakan tersebut, tak terkecuali Earth Hour Surabaya.

DSC_0108

Dalam memperingati Hari Penanaman Pohon Nasional, Sabtu (28/11) EH Surabaya kembali mengadakan aksi penanaman Mangrove yang sudah memasuki tahap ketiga dengan menanam 1000 pohon Mangrove di Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya. Aksi kali ini juga sebagai wujud partisipasi #HijaukanHutan dan sebagai penutup rangkaian kampanye #BeliYangBaik pada tahun ini. Dengan membawakan tema “Man-Groove To Nature”, EH Surabaya di dukung oleh Dinas Pertanian Surabaya yang memberikan bibit Mangrove sebanyak 720 dan dari Yayasan Mangrove Centre sebanyak 500 bibit.

Aksi Penanaman Mangrove Tahap III ini dimulai pada pukul 08.00 waktu setempat dengan pembukaan acara oleh Kak Ical selaku Koor Divisi Online EH Surabaya dan diteruskan oleh Kak Yenni yang memberikan pengetahuan singkat terkait berbagai aksi dan gerakan yang telah dibawakan oleh EH Surabaya. Kemudian ada Kak Tobing yang memberikan penjelasan singkat tentang jenis dan fungsi Mangrove serta pengarahan tata cara penanaman Mangrove. Lalu dengan antusias berpanas-panasan dibawah teriknya matahari, para voluntir dan peserta memulai aksi penanaman 1000 Mangrove ini di lahan yang telah disediakan oleh Petani Mangrove Wonorejo yang lokasinya tidak jauh dari lahan penanaman sebelumnya. Aksi EH Surabaya kali ini melibatkan lebih dari 100 orang dari berbagai komunitas dan korporasi, mulai dari EH Malang, EH Sidoarjo, EH Kediri, Sobat Bumi, Komunitas Peneliti dan Pecinta Lingkungan ITS, Penjelajah Alam Surabaya, Cak Ning Surabaya, dan masih banyak lagi. Setelah menghabiskan waktu kurang lebih dua jam, akhirnya 1000 bibit Mangrove di lahan baru dan 220 bibit untuk tambal sulam bibit Mangrove yang mati pada penanaman sebelumnya berhasil ditanam pada aksi kali ini.

DSC_0593

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan ramah tamah dan sharing antar komunitas yang hadir pada aksi penanaman Mangrove. Selain itu untuk menambah kehangatan acara, Kak Ical memberikan kuis seputar Mangrove yang beberapa pemenangnya mendapatkan hadiah berupa merchandise dari EH Surabaya dan dari Faber Castell, selaku partner kami dalam acara ini. Terakhir acara ditutup dengan makan bersama konsumsi yang telah disediakan dan bekal yang dibawa dari rumah masing-masing serta tidak lupa doa agar Mangrove yang telah kami tanam dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi alam Surabaya.

“Acaranya seru banget, ini pertama kalinya EH Malang ikut aksi menanam Mangrove di Surabaya. Salut buat EH Surabaya yang bisa mengumpulkan lebih dari 100 orang untuk tanam Mangrove bareng.” Ujar Kak Onil, Koor Kota EH Malang.

“Aksi penanaman ketiga ini seru dan bermanfaat banget, nyadarin kita buat peduli sama lingkungan yang dimulai dari diri sendiri.” Ujar Kak Violin, selaku perwakilan dari EH Sidoarjo.

Terima kasih kepada Dinas Pertanian Surabaya dan Yayasan Mangrove Centre Tuban yang mempercayakan bibit Mangrove-nya kepada kami. Terima kasih juga kepada Faber Castell dan media patner kami selama roadshow #BeliYangBaik, kepada RRI Surabaya, EBS FM, Jeje Radio Surabaya, dan Radio Unair. Terakhir kami berterima kasih kepada semua pihak dan sobat EH yang telah hadir dan ikut menyukseskan aksi Penanaman Mangrove Tahap III kali ini.

Sebagai wujud kepedulian dan tanggungjawab kami terhadap semua Mangrove yang kami tanam, setiap seminggu sekali pada Hari Minggu kami mengadakan kegiatan rutin piket Mangrove. Para voluntir EH Surabaya akan bersama-sama membersihkan lahan tempat Mangrove yang telah kami tanam dari sampah-sampah plastik dan mengecek keadaan bibit Mangrove yang sehat dan yang mati. Sobat EH juga boleh ikutan loh, kegiatan piket ini terbuka untuk umum.

DSC_2551

Mari #HijaukanHutan untuk #ChangeClimateChange dan selalu terapkan gaya hidup #BeliYangBaik agar menjadi konsumen cerdas yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

#IniAksiku, mana aksimu?

3 crop

AKSI EARTH HOUR MAKASSAR: #BELIYANGBAIK UNTUK #BANTUKORBANASAP

Added by Earth Hour Indonesia on 11th December 2015 in the category Earth Hour Makasar.

Makassar, 25 Oktober 2015. AKSI #BeliYangBaik untuk #BantuKorbanAsap ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2015 di lokasi Car Free Day (CFD) Losari, Makassar. AKSI ini dilaksanakan oleh para volunteer Earth Hour Makassar dan diawali dengan Street Campaign penggalangan donasi untuk #BantuKorbanAsap , memperkenalkan #BeliYangBaik dan ecolabel pada kemasan produk yang ramah lingkungan hingga AKSI simbolis memasangkan masker ke beberapa patung pahlawan nasional di seputaran kawasan Mesjid Amirullah Mukminin.

Street Campaign dilaksanakan sepanjang kawasan CFD Losari Makassar dan dimulai pukul 07.00 WITA. Dalam AKSI ini, Tim Earth Hour Makassar mengajak masyarakat untuk berdonasi dimana setiap donasi dari para simpatisan sebesar Rp 10.000 akan ditukarkan dengan 1 bibit pohon. Selain itu, pada AKSI ini juga Earth Hour Makassar memperkenalkan ke masyarakat beberapa produk-produk yang ramah lingkungan serta mengajak masyarakat untuk menunjukkan dukungan dan komitmen mereka pada AKSI #BeliYangBaik dengan cara menandatangani petisi di www.change.org/BeliYangBaik.

1

2

AKSI yang berlangsung sekitar 3 (tiga) jam berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 1.161.000 (Satu Juta Seratus Enam Puluh Satu Ribu Rupiah). Total donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membeli beberapa keperluan bagi masyarakat yang berada di daerah bencana asap misalnya, oksigen, masker N95, obat-obatan untuk penyakit ISPA, vitamin, susu dan hal-hal lain yang dianggap perlu. Penyaluran bantuan akan kami serahkan kepada Yayasan Auriga Nusantara yang merupakan bagian dari koalisi #IndonesiaBebasBernapas bersama Tim Earth Hour Indonesia dan WWF-Indonesia. Setelah AKSI tersebut, jalur donasi masih terus dibuka hingga hari Minggu, 08 Nopember 2015 (batch 1) melalui rekening donasi volunteer Earth Hour Makassar. Diharapkan nantniya donasi yang terkumpul melalui rekening donasi dapat melebihi apa yang telah dicapai dalam Street Campaign di CFD Losari ini. Donasi lain berupa bahan baku ataupun produk olahan yang dapat digunakan oleh masyarakat di daerah bencana, juga dapat disalurkan hingga batas akhir pengumpulan seperti di atas. Cukup menghubungi Tim Earth Hour Makassar dan kami akan datang untuk “menjemput” donasi yang diberikan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan bagi siapa saja yang ingin berdonasi namun terkendala oleh beberapa hal.

3

4

DSCN7358 Cropped

Earth Hour Solo: #BantuKorbanAsap dengan #BeliYangBaik

Added by Earth Hour Indonesia on 11th December 2015 in the category Uncategorized.

Hari minggu (25/10) bertepatan dengan diselenggarakan nya Orange Day di Solo Car Free Day, Earth Hour Solo menggelar kampanye #BantuKorbanAsap dengan #BeliYangBaik. Dengan instalasi pohon yang terbakar setinggi 1,8 meter para relawan ingin menyadarkan masyarakat dampak dari pembakaran hutan yang dilakukan sehingga menyebabkan asap seperti sekarang ini. Selain dengan instalasi, relawan Earth Hour Solo juga membawa serta monster botol plastik untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa plastik juga menjadi ancaman bagi lingkungan, mengingat sifat plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk bisa terurai.

DSCN7369 DSCN7373

Edukasi yang dilakukan oleh relawan Earth Hour Solo Relawan juga mengenai produk yang ramah lingkungan, dengan kata lain yang dalam tahap produksi nya tidak melalui proses pembakaran hutan, produk ecofriendly tersebut diantaranya ditandai dengan adanya ecolabel seperti  sertifikasi RSPO, ASC, MSC dan FSC.

DSCN7358

DSCN7342

kabut_asap___wwfid_69 Cropped

AKSI EARTH HOUR MAKASSAR: #BELIYANGBAIK UNTUK #BANTUKORBANASAP

Added by Earth Hour Indonesia on 11th December 2015 in the category Earth Hour Makasar.

Makassar, 25 OKTOBER 2015. Pembakaran hutan dan pengeringan lahan gambut untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit dan kayu adalah pangkal masalah tragedi asap di Indonesia. Umumnya metode “membakar hutan” merupakan sebuah metode yang dipilih oleh para perambah hutan sebagai sebuah cara yang mudah dan murah. Praktek pembakaran ini dilakukan atas adanya sebuah permintaan dari para oknum pemodal yang menguasai lahan kepada para perambah hutan sebelum mengalih fungsikannya menjadi areal perkebunan kelapa sawit. Rata-rata para kelompok perambah dibayar 10-11 juta rupiah perhektar untuk membuka dan mengalih fungsikan lahan, dimana metode pembakaran konvensional akan memakan biaya sekitar 45 juta rupiah perhektar. Sedangkan dari semua kasus pembakaran yang dilakukan kerap dilakukan untuk sengaja memperluas pengambil alihan fungsi dari hutan alami yang dilindungi menjadi area perkebunan sawit atau akasia dan karet. Tahun ini terdapat ribuan hektar hutan gambut terbakar dengan 14.995 titik api yang tersebar diantara Sumsel, Jambi, dan Kalteng.

Bencana asap dan pembakaran lahan yang terjadi  adalah merupakan bukti bahwa  aktivitas manusia  yang tidak bertanggung jawab telah memicu sebuah bencana di masa depan. Apa yang terjadi hari ini merupakan fakta sekaligus analogi bagaimana prinsip ekonomi belum lagi didasarkan pada sebuah kesadaran ekologis bagi masa depan. Kebakaran dan bencana yang terjadi tak bisa begitu saja lepas dari sebuah pola konsumsi kita sehari-hari. Diperlukan kesadaran bersama masyarakat terutama terkait prinsip konsumsi yang bertanggung jawab dan keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Sudah sekitar 40 juta jiwa orang yang menjadi korban paparan asap dan 9 orang meninggal dunia akibat asap dari hutan yang terbakar (Data BNPB). Tingkat kehidupan masyarakat menurun drastis, tidak ada penerbangan/tranportasi, tidak ada udara bersih, dan banyak sekolah yang ditutup. Dibutuhkan AKSI solidaritas untuk membantu masyarakat yang menjadi korban dari bencana asap.

AKSI kali ini bertemakan #BELIYANGBAIK UNTUK #BANTUKORBANASAP dilaksanakan pada hari ini dan akan dimulai pada pukul : 07.00 WITA-selesai, adapun bentuk AKSInya adalah sebagai berikut:

  1. Menggalang donasi berupa uang tunai, masker, oksigen, vitamin, obat-obatan, dan susu;
  2. Melakukan AKSI untuk mengusut dan menindak tegas perusahaan yang melakukan pembukaan lahan dan pembakaran hutan;
  3. Mengajak masyarakat untuk #BeliYangBaik dengan sign up di org/beliyangbaik;
  4. Memberikan informasi yang bermanfaat terkait ecolabel dan produk-produk ramah lingkungan.

Selain di Kota Makassar, AKSI serupa juga dilakukan di Jakarta, Bogor, Solo, Kota Batu, Kediri, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang, Bandung, Padang, Cimahi, Banjarmasin, Pontianak, Bekasi, Balikpapan dan Samarinda. AKSI Nasional ini diinisiasi oleh Gerakan Earth Hour Indonesia yang berkoalisi dengan beberapa pihak terkait di #BantuKorbanAsap . Semua donasi (dalam bentuk apapun) akan disalurkan langsung kepada korban bencana asap oleh Yayasan Ariga Nusantara yang merupakan bagian dari koalisi #BantuKorbanAsap .

Untuk di Kota Makassar, kami berkolaborAKSI dengan beberapa komunitas seperti Stand Up Indo Makassar dan Indo Drummer Makassar yang akan turut ikut meramaikan AKSI #BeliYangBaik Untuk #BantuKorbanAsap.

“Saya berharap kegiatan ini saya dan teman-teman dapat mengajak masyarakat berkomitmen untuk #BeliYangBaik dengan membuat produsen mampu mempraktekkan pola produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dalam AKSI ini saya juga berharap dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang kabut asap yang menimpa saudara-saudara kita di Kalimantan dan Sumatera yang secara tidak langsung disebabkan oleh kita selaku konsumen dengan mendukung / menggunakan produk-produk dari perusahaan yang melakukan pembukaan lahan dan hutan.” dikutip dari Sadly Tri A. Putra atau yang akrab disapa Sadly sebagai Person In Charge AKSI #BELIYANGBAIK Untuk #BANTUKORBANASAP.

 

Untuk informasi lebih lanjut, dan kebutuhan narasumber silahkan hubungi :

Annisa Reksa                                                   Hendrik

Officer Media Earth Hour Makassar              Online Officer Earth Hour Indonesia

reksaannisa@gmail.com                                hendzupurlife@yahoo.com

085289593007                                                085696636758

 

Jejaring Sosial Media Earth Hour Makassar :

Twitter                        : @Ehmakassar (hestek khusus : #BantuKorbanAsap dan #BeliYangBaik)

Facebook Fanpage      : Earth Hour Makassar

Flickr                           : Earth Hour Makassar

Youtube Channel         : EarthHour Makassar

Instagram                    : earthhourmakassar

Tentang WWF Indonesia

WWF-Indonesia adalah organisasi konservasi nasional yang mandiri dan merupakan bagian dari jaringan global WWF. Mulai bekerja di Indonesia pada tahun 1962 dengan penelitian Badak Jawa di Ujung Kulon, WWF-Indonesia saat ini bergiat di 27 wilayah kerja lapangan, tepatnya di 17 propinsi, mulai dari Aceh hingga Papua. Didukung oleh sekitar 500 staff, WWF bekerja bersama pemerintah, masyarakat, swasta, LSM, masyarakat madani, dan publik luas. Sejak 2006 hingga 2013, WWF Indonesia didukung oleh sekitar 64 ribu supporter di dalam negeri.

 

Tentang Gerakan Earth Hour

Gerakan Earth Hour adalah gerakan global yang menyatukan umat manusia untuk melindungi bumi yang diorganisir oleh WWF. Pemadaman lampu selama satu jam dari pukul 20.30-21.30 waktu setempat yang merupakan AKSI seremonial, untuk pertama kali diadakan di Sydney, Australia. Hingga kini, Earth Hour telah dirayakan di lebih dari 7000 kota diseluruh dunia. Dan untuk di Kota Makassar sendiri, Earth Hour telah dirayakan sejak tahun 2011 dan secara resmi menjadi bagian dari Earth Hour Indonesia pada tahun 2012.

Tentang Kampanye #BeliYangBaik

WWF Indonesia telah memulai sebuah kampanye bertajuk #BeliYangBaik, untuk mendorong kalangan pengusaha untuk membuat produk-produk yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Kampanye ini telah menginspirasi dan mengajak konsumen, untuk memanfaatkan kekuatan mereka dalam bernegosiasi dengan produsen, dengan dilandasi keinginan untuk melestarikan gaya hidup hijau, mendorong produsen menghadirkan produk yang tidak merusak lingkungan demi menyelamatkan masa depan. Kampanye ini diluncurkan bulan Juni lalu, berbarengan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

 

Melalui kampanye ini, konsumen dapat belajar bahwa mereka sudah bisa memilih beberapa produk yang lebih ramah lingkungan, antara lain produk berbasis kayu dan kertas berlabel Forest Stewardship Council (FSC), produk berbasis minyak sawit berlabel Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) dan produk hidangan laut yang ramah lingkungan. Produk-produk lain yang menggunakan teknologi ramah lingkungan juga bisa menjadi alternatif, seperti teknologi hybrid untuk alat transportasi, maupun produk-produk hasil daur ulang.

 

Tentang Yayasan Auriga Nusantara

Yayasan Auriga Nusantara merupakan sebuah non-government organization (NGO) yang bergerak di bidang pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan demi peningkatan kualitas hidup umat manusia. Yayasan Auriga Nusantara adalah organisasi yang terbuka bagi siapapun (dan dimana pun) yang memiliki gagasan yang sama. Yayasan Auriga Nusantara yang berpusat di Jakarta ini, bersama WWF-Indonesia merupakan bagian dari koalisi #BantuKorbanAsap.

SQ

#GoGoGowes, Campaign Hari Nol Emisi Ala Earth Hour Bogor

Added by Earth Hour Indonesia on 23rd September 2015 in the category Earth Hour Bogor.

Banyak cara untuk memperingati hari-hari yang bertemakan lingkungan. Seperti yang dilakukan oleh Earth Hour Bogor. #GoGoGowes merupakan sebuah campaign dalam bentuk gowes sepeda bersama komunitas dan masyarakat Bogor. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan #GoGoGowes bagi Earth Hour Bogor dan tahun ini #GoGoGowes kembali diadakan bertepatan dengan Hari Nol Emisi yang jatuh pada tanggal 20 September 2015. Dengan konsep sederhana dan melakukan kolaborAKSI dengan beberapa pihak akhirnya kegiatan #GoGoGowes 2015 Earth Hour Bogor pun terlaksana.

#GoGoGowes diadakan bertepatan dengan Hari Nol Emisi

#GoGoGowes diadakan bertepatan dengan Hari Nol Emisi

#GoGoGowes tahun ini berkolaborAKSI dengan sebuah acara Bogor Food & Fashion Market Festival yang dilaksanakan di Lapangan Softball GOR Pajajaran Bogor. Persiapan intens yang terbilang sangat singkat ini berhasil mengumpulkan sebanyak 130 peserta gowes yang terdiri dari berbagai golongan dan latar belakang, mulai dari anak kecil sampai dengan dewasa ikut meramaikan #GoGoGowes 2015 sebagai campaign Hari Nol Emisi. Walikota Bogor, Kang Bima Arya pun terlihat sangat antusias untuk mengikuti campaign yang diusung Earth Hour Bogor tersebut. Beliau datang dengan mengayuh sepeda dari rumah dinasnya menuju lokasi utama #GoGoGowes 2015, dan setibanya dilokasi Walikota Bogor itu pun langsung memberikan sambutan sekaligus membuka serta memimpin peserta #GoGoGowes mengayuh sepedanya menelusuri rute yang telah ditetapkan penyelenggara.

130 peserta meramaikan #GoGoGowes 2015

130 peserta meramaikan #GoGoGowes 2015

Rute gowes berjarak kurang lebih 5 KM

Rute gowes berjarak kurang lebih 5 KM

Rute gowes yang berjarak kurang lebih 5 KM ini meliputi GOR Pajajaran Bogor, Jl. Dadali, Warung Jambu, Jl. Indraprasta, Jl. Ceger, Jl. Pandu Raya, Jl. Pajajaran, Warung Jambu, Jl. Ahmad Yani, Air Mancur dan berakhir kembali di GOR Pajajaran Bogor. Rombongan #GoGoGowes pun berjalan dengan aman dan nyaman dengan pengawalan dari pihak kepolisian dan DLLAJ yang berjaga disepanjang rute dan ikut memandu rombongan pesepeda dari awal sampai akhir. Sangat diluar dugaan ketika Walikota Bogor juga ikut bersepeda dan memimpin rombongan #GoGoGowes sampai rute terakhir dan sampai 1 jam lebih cepat dibandingkan jadwal yang ditentukan sebelumnya.

Walikota Bogor, Kang Bima Arya

Walikota Bogor, Kang Bima Arya

Ketika ditanyakan tentang pendapatnya mengenai #GoGoGowes 2015, Bima Arya mengungkapkan “Semoga kegiatan seperti ini terus dipertahankan, mengingat untuk kota Bogor sekarang ini sedang dalam proses pembenahan fasilitas taman kota, pedestrian serta track sepeda yang nantinya bisa dinikmati masyarakat Bogor termasuk pecinta sepeda”. Ekspresi lelah dan senang terlihat dari wajah para peserta setelah sampai kembali dilokasi awal, dan tidak sedikit dari peserta meminta kegiatan seperti ini kedepannya terus diadakan sebagai alarm tentang peringatan hari-hari lingkungan kepada masyarakat luas.

Ekspresi lelah dan senang terlihat dari wajah para peserta

Ekspresi lelah dan senang terlihat dari wajah para peserta

Beberapa pihak pun ikut berpartisipasi sebagai sponsor pada campaign #GoGoGowes 2015 Earth Hour Bogor, diantaranya BOOM Fest (Bogor Food & Fashion Market Festival) sebagai partner kolaborAKSI, Rumah Zakat yang telah menjadi donator sponsor, Venossa Series yang telah mendukung dalam bentuk kaos yang dipakai panitia, Jawara Bakery sebagai sponsor makanan peserta dan yang lainnya. Ada pun beberapa media yang telah mendukung campaign #GoGoGowes 2015 yaitu @InfoBogor, Radio KISI 93.4 FM dan Radio ELPAS 103.6 FM sebagai media promosi kegiatan ini.

Bogor Food & Fashion Market Festival

Bogor Food & Fashion Market Festival

kolaborAKSI

kolaborAKSI

SQ

Masyarakat Surabaya Menuju Bijak #BeliYangBaik

Added by Earth Hour Indonesia on 8th September 2015 in the category Earth Hour Surabaya, Earth Hour Tangerang.

Demi keberlangsungan hidupnya, manusia senantiasa memerlukan hasil dari alam untuk dikonsumsi agar kebutuhan sehari-harinya terpenuhi. Disini manusia berperan sebagai pengguna atau konsumen turut berperan langsung dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada di bumi. Karena perilaku konsumtif inilah, banyak timbul eksploitasi alam secara berlebihan yang menyebabkan rusaknya ekosistem hutan dan laut. Jadi, bagaimana solusi untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan dan alam di bumi kita ini?

Voluntir EH Surabaya

Voluntir EH Surabaya

FSC

FSC

Bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional, kami Earth Hour Surabaya memperingatinya dengan kembali menggelar aksi menyerukan #BeliYangBaik kepada masyarakat sekitar pada Minggu, 6 September 2015. Aksi kami ini berlokasi di Car Free Day Darmo Surabaya, yang digelar mulai dari pukul 07.00 waktu setempat. Kami berkampanye dengan menggunakan beberapa properti berupa mading-mading berisikan penjelasan tentang eco label beserta contoh produknya. Mading ini diikat dengan tali yang kemudian dikalungkan di beberapa voluntir kami. Dengan penuh semangat, kami memulai aksi kami dengan menghampiri pengunjung CFD yang sedang berlalu lalang.

Pengunjung mengisi petisi

Pengunjung mengisi petisi

Voluntir in action

Voluntir in action

 

Pertama-pertama kami menggali pengetahuan para pengunjung CFD tersebut tentang kampanye #BeliYangBaik itu sendiri. Kemudian kami mulai memberikan penjelasan secara detail tentang #BeliYangBaik serta produk-produk ramah lingkungan. Tidak hanya itu, kami juga turut mengkampanyekan tentang eco label seperti FSC, RSPO, ASC, MSC, dan lain sebagainya. FSC (Forest Stewardship Council) merupakan eco label untuk produk kayu dan kertas yang produksinya melalui pengelolaan hutan yang lestari dan bertanggung jawab. Kemudian ada RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) yang merupakan eco label untuk produk berbahan kelapa sawit yang berkelanjutan. Sedangkan untuk produk berbahan Sustainable Seafood atau perikanan yang berkelanjutan menggunakan eco label ASC (Aquaculture Stewardship Council) atau MSC (Marine Stewardship Council). Eco label inilah yang sering kita temukan di beberapa produk di supermarket, pengetahuan akan eco label tersebut kami berikan agar para pengunjung dapat lebih selektif dalam mengonsumsi produk-produk pemenuh kebutuhannya.

Penjelasan label beli yang baik

Penjelasan label beli yang baik

Beli Yang Baik merupakan kampanye yang mengajak masyarakat untuk mengonsumsi produk yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, dimana target utamanya adalah perubahan gaya hidup. Target utama dalam kampanye #BeliYangBaik ini adalah individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintah. Dengan adanya kampanye ini diharapkan dapat terkelolanya sumber daya alam yang berkelanjutan dan berkontribusi bagi gaya hidup yang ramah lingkungan.

“Sebagai generasi muda, kita harus menjadi konsumen yang bertanggung jawab dengan mencari tahu apa yang kita beli. Kita harus aktif untuk mencari tahu produk-produk yang berlabel ramah lingkungan. Karena apa yang kita beli itulah yang kita dukung.” Ujar Kak Ical, selaku Koor Divisi Online EH Surabaya.

Ready for beliyangbaik campaign

Ready for beliyangbaik campaign

Selain berkampanye, kami juga mengajak pengunjung CFD untuk turut menandatangani petisi online #BeliYangBaik di www.change.org/beliyangbaik. Kurang lebih 30 orang dari pengunjung CFD yang telah kami berikan penjelasan tentang kampanye tersebut, ikut mengisi petisi online melalui gadget  yang telah kami sediakan sebelumnya. Cara ini lebih cepat dan efektif untuk memudahkan para pengunjung membuka website dan mengisi petisinya secara langsung.

Penjelasan label FSC dan RSPO

Penjelasan label FSC dan RSPO

penjelasn label FSC

penjelasn label FSC

“Harapannya sih, agar masyarakat Surabaya dapat menjadi konsumen yang pintar memilih produk yang bersertifikasi ramah lingkungan ketika akan membeli sesuatu.” Ujar Kak Yenni, Koor Kota EH Surabaya.

Mari turut selamatkan bumi dengan #BeliYangBaik. #IniAksiku mana aksimu!

EH Bogor KUMBANG 2015

Intip Yuk! Keseruan #EHBogorCariJagoan Sampai #KumbangEHBogor2015

Added by Earth Hour Indonesia on 4th September 2015 in the category Earth Hour Bogor.

BOGOR – Earth Hour Bogor kembali membuka kesempatan untuk masyarakat Bogor yang ingin bergabung menjadi Jagoan Penyelamat Bumi. Untuk tetap bisa menyebarkan #VirusHijau di daerah Bogor, Earth Hour Bogor membuka pendaftaran kepada seluruh kalangan masyarakat Bogor baik kota maupun kabupaten yang peduli dengan lingkungan dan nasib bumi untuk berkolaboraksi. Terhitung mulai dari tanggal 10 Agustus 2015 #EHBogorCariJagoan dimulai. Melalui akun media social Earth Hour Bogor (Facebook, Twitter dan Instagram) di hari pertamanya sudah mendapat respon yang baik dari followers Earth Hour Bogor, dan sampai hari terakhir pendaftarannya (26 Agustus 2015) tercatat 79 orang yang mendaftarkan diri menjadi Jagoan Penyelamat Bumi pada link bit.ly/JagoanEHBogor.

EHBogor cari jagoan

Berdasarkan data yang terhimpun 69% dari jumlah yang terdaftar merupakan Mahasiswa, 16% Pegawai dan sisanya merupakan pelajar minimal berusia 15 tahun. Alasan mereka bergabung bersama Earth Hour Bogor pun beragam, mulai dari senang berorganisasi, ingin menambah pengalaman bersama Earth Hour Bogor sampai ingin ikut serta menghijaukan Bogor bersama Earth Hour Bogor. Ketika di lihat dari divisi yang diminati (Human Resource Development, Event Organizer, Digital Communication dan Public Relations), divisi yang paling banyak diminati adalah Event Organizer, disusul Public Relations, Human Resource Development  dan terakhir Digital Communication.

EHBogor cari jagoan

Akhir bulan Agustus ini, tepatnya pada tanggal 29 Agustus 2015 Earth Hour Bogor mengadakan KUMBANG (Kumpul Belajar Bareng) bersama volunteer baru. Acara yang diselenggarakan di Digital Innovation Lounge (DILo) Bogor berjalan lancar, seru dan penuh antusias. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini sayangnya tidak dihadiri oleh seluruh volunteer baru. Seperti biasa sebagai pemula seluruh Jagoan yang hadir pada saat itu memperkenalkan diri dimulai dari volunteer baru, para pengurus dan Jagoan terdahulu. Sebelum mulai sharing utama seputar Earth Hour, diadakan ice breaking seputar Earth Hour dan ternyata beberapa dari volunteer baru sudah mengetahui dan paham tentang Earth Hour secara global.

EHBogor KUMBANG 2015

Sharing utama dimulai dengan menonton video campaign Earth Hour Bogor, Earth Hour Indonesia dan Earth Hour Global. Setelah itu berbagai pertanyaan pun banyak terlontar dari volunteer baru seputar Earth Hour dan campaign yang sering dilakukan. Tak hanya itu berbagai pertanyaan diluar Earth Hour yang masih berhubungan dengan lingkungan, seperti pertanyaan yang diajukan oleh Binar yang merupakan Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta menanyakan “Apakah Earth Hour hanya berfokus pada campaign-campaign yang sudah ditentukan atau bisa juga membuat sebuah petisi dalam ruang lingkup lingkungan?” dan masih banyak pertanyaan lainnya yang ditanyakan pada saat sharing berlangsung.

EHBogor KUMBANG 2015 EHBogor KUMBANG 2015

Sebelum KUMBANG berakhir, para koordinator perdivisi menjabarkan jobdesk pada divisinya masing-masing. Setelah itu para volunteer baru membuat kelompok berdasarkan divisi yang mereka minati. Komunikasi yang terjalin antara koordinator divisi dan volunteer baru pun semakin intim, terlebih lagi ketika mereka memiliki keingin tahuan lebih seputar divisi yang mereka pilih. Kegiatan #KUMBANGEHBogor2015 yang selesai pukul 17.30 WIB diakhiri dengan seluruh Jagoan Earth Hour Bogor berbaur untuk berfoto bersama dan membuat video Ini Aksiku, Mana Aksimu yang membuat semua Jagoan Earth Hour Bogor semakin akrab dan bersemangat untuk menjalankan campaign berikutnya.

EHBogor cari jagoan & KUMBANG 2015

Street-Campaign-Penggalangan-Donasi-NasibGajah

Street Campaign dan Penggalangan Donasi #NasibGajah

Added by Earth Hour Indonesia on 24th August 2015 in the category Earth Hour Solo.

Dalam rangka meningkatkan awareness masyarakat terkait Hari Gajah Sedunia yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus, relawan Earth Hour Solo menggelar serangkaian aksi nyata dalam mendukung pelestarian #NasibGajah. Rangkaian aksi dibuka oleh street campaign pada tanggal 23 Agustus 2015 bertempat di kawasan Car Free Day Slamet Riyadi dengan berbekal berbagai atribut kampanye sederhana, seperti instalasi gajah yang dilukis di atas kardus bekas serta photo booth fakta gajah yang memanfaatkan kardus dan kertas yang baru terpakai di satu sisi. Semangat para relawan dalam menyampaikan fakta-fakta terkait #NasibGajah disambut dengan antusiasme positif dari warga kota Solo yang sedang menikmati waktu minggu paginya di Car Free Day. Photo booth yang dibuat sederhana pun ramai digunakan para warga untuk berfoto, atau sekedar membaca fakta-fakta soal gajah.

Street Campaign Penggalangan Donasi #NasibGajahStreet Campaign Penggalangan Donasi #NasibGajahStreet Campaign Penggalangan Donasi #NasibGajahStreet Campaign Penggalangan Donasi #NasibGajahStreet Campaign Penggalangan Donasi #NasibGajahStreet Campaign Penggalangan Donasi #NasibGajahStreet Campaign Penggalangan Donasi #NasibGajah

Selain itu, bagi setiap warga yang berdonasi akan mendapatkan sebuah tanda terima kasih yang unik nan kreatif hasil kreasi para relawan berupa gantungan kunci berbentuk gajah yang dibuat dari koran bekas. Donasi sebesar Rp 10.000,- tersebut akan dialokasikan untuk membantu Kebun Binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dalam pemberian pakan gajah, karena untuk mencukupi kebutuhannya, dalam sehari seekor gajah memerlukan 180 kg makanan dan 150 liter air. Selain street campaign dan penggalangan donasi, relawan pun tak lupa mengajak warga untuk berpartisipasi dalam aksi puncak “Peduli TSTJ” yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Agustus 2015 mendatang di TSTJ. Harapannya, serangkaian aksi ini dapat menciptakan pengertian dari masyarakat akan pentingnya rasa kepedulian akan satwa, dimulai dari langkah kecil seperti #BeliYangBaik dengan menghemat kertas/tisu serta membeli produk minyak goreng berlabel RSPO.

Oleh:
Intan Nisa Rasuluntari dan Yasmin Nabila – Earth Hour Solo

EH-Surabaya-BeliYangBaik

Piknik Asik Dengan Workshop #BeliYangBaik

Added by Earth Hour Indonesia on 24th August 2015 in the category Earth Hour Surabaya.

Waktu menunjukkan pukul 10.30, kami, teman-teman dari Earth Hour Surabaya yang diwakili oleh 4 orang, berangkat menggunakan transportasi umum yaitu bus kota dari Terminal Bungurasih Surabaya pada Sabtu 22 Agustus 2015. Kami sangat antusias mengikuti Workshop #BeliYangBaik yang diadakan oleh Earth Hour se-regional Jawa Timur yang bertempat di Villa Wisma Putra Kota Batu. Perjalanan menggunakan bus kota berlangsung selama sekitar tiga jam untuk sampai di Karanglor. Setelahnya, perjalanan kami lanjutkan dengan menggunakan bemo sampai di Terminal Kota Batu, yang kemudian dijemput oleh teman-teman dari EH Batu. Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam dari Surabaya, kami sampai di lokasi workshop pada pukul 14.15 dengan keadaan safe and sound.

Workshop #BeliYangBaik kali ini diikuti oleh perwakilan volunteer dari beberapa kota di Jawa Timur, yaitu EH Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Kota Batu. Setelah semua peserta workshop berkumpul di lokasi, workshop pun secara resmi dibuka dan dimulai pada pukul 15.45. Materi yang kami terima untuk pertama kali adalah tentang jurnalisme warga yang disampaikan oleh Kak Ical, selaku koor divisi Online EH Surabaya. Kak Ical menjelaskan berbagai cara untuk menulis berita yang layak dari sudut pandang warga yang tetap berdasarkan pada fakta. Materi ini sangatlah berguna bagi para peserta khususnya bagi divisi Mass Media, karena dengan begitu kami dapat membuat berita yang berkualitas dan dapat diterima masyarakat luas yang nantinya akan di posting di website EH kota masing-masing, EH Indonesia, maupun WWF Indonesia.

Foto-bersama-Earth-Hour-Jawa-Timur

 

Berlanjut ke materi kedua yang masih dijelaskan oleh Kak Ical yaitu tentang fotografi ponsel.

“Street photography itu lebih menekankan pada kejujuran dan realitas, jadi sebisa mungkin untuk tidak menggunakan banyak editing.” Ujar Kak Ical.

Materi-Jurnalisme-Warga-oleh-K-Ical Materi-Street-Photography-oleh-k-Ical Materi-Street-Photography-oleh-k-Ical-3

 

Sebagaimana kita tahu, sebagian besar kampanye Earth Hour menggunakan e-flyer yang berlatar belakang foto. Dengan begitu, peserta yang ada di divisi Online maupun Multimedia mendapatkan pengetahuan baru tentang teknik-teknik pengambilan gambar menggunakan ponsel dari materi kali ini.

Pemberian materi diberhentikan sejenak untuk melakukan ISHOMA pada pukul 17.45-18.30. Kemudian materi ketiga tentang videografi dijelaskan oleh Kak Izhhar dari divisi Online EH Surabaya. Kak Izhhar menjelaskan tentang beberapa cara dan teknik pengambilan video yang merupakan main job dari divisi Multimedia. Para peserta terlihat sangat antusias mendengarkan materi dan beberapa kali melontarkan pertanyaan yang akhirnya terlibat diskusi hangat dengan pembawa materi.

Untuk materi terakhir yaitu kampanye #BeliYangBaik yang disampaikan oleh Kak Ria, koor kota dari EH Sidoarjo yang juga merupakan koor divisi Online EH Indonesia. Kak Ria menjelaskan tentang apa saja latar belakang, tujuan, dan pengetahuan lainnya mengenai diadakannya kampanye #BeliYangBaik. Materi ini bermanfaat sekali bagi semua peserta workshop, karena dapat menambah pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya hanya mengonsumsi produk-produk yang ramah lingkungan tanpa merusak hutan maupun laut yang dapat dimulai dari diri sendiri.

Pembukaan-Oleh-K-Ria-Koor-Online-EH-Indonesia

“Apabila kita mengonsumsi produk yang tidak ramah lingkungan, maka sama saja kita mendukung perusahaan dari produk tersebut untuk melakukan produksinya dengan cara yang tidak lestari. Konsumsi produk-produk ramah lingkungan mulai dari sekarang, kalau tidak dimulai dari diri sendiri terus siapa lagi?” Tegas Kak Ria.

Setelah mendapatkan materi terakhir, peserta workshop dibagi menjadi lima kelompok yang terdiri dari 4-5 orang. Pembagian kelompok ini bertujuan untuk penugasan praktek lapangan dari materi-materi yang telah diterima peserta sebelumnya, mulai dari jurnalisme warga, fotografi ponsel, dan videografi. Praktek baru akan dilakukan keesokan harinya dan peserta hanya diberikan waktu sekitar satu jam untuk menyelesaikan semua tugasnya. Setelah dibagi kelompok dan berdiskusi sebentar, workshop hari pertama pun ditutup yang kemudian semua peserta dan panitia workshop kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat.

Diskusi-untuk-praktik-lapangan

Minggu 23 Agustus 2015 pukul 08.00, para panitia dan peserta workshop berkumpul untuk menikmati sarapan bersama. Setelahnya tepat pukul 09.00, kelima kelompok berkumpul dan berangkat ke lokasi praktek yaitu di Taman Hutan Kota Batu yang berada kurang lebih 100 meter dari lokasi workshop. Dengan penuh semangat, masing-masing kelompok bekerja sama dengan para anggotanya mencari bahan untuk dijadikan berita. Beberapa peserta ada yang sedang meliput pengunjung taman, pedagang kaki lima, bahkan petugas kebersihan. Ada peserta yang bertugas mengambil foto, merekam video, dan juga menulis artikel untuk beritanya. Satu per satu kelompok mulai kembali ke penginapan untuk mulai menyusun beritanya. Masing-masing kelompok terlihat sibuk menyiapkan hasil beritanya untuk dipresentasikan di depan semua kelompok dan panitia. Tepat pukul 10.00, presentasi dimulai. Hasil liputan mulai dibahas dan dikoreksi satu per satu sehingga semua peserta workshop paham dimana letak kesalahan dan cara untuk memperbaikinya. Presentasi berlangsung sangat menyenangkan karena sesekali Kak Ical selaku pengoreksi melayangkan candaannya yang makin menghangatkan suasana kebersamaan kami.

Wawancara-di-Taman-Hutan-Kota-Batu

Liputan-di-Taman-Hutan-Kota-Batu Pengerjaan-Hasil-Liputan Pengerjaan-Hasil-Liputan-2

Kegiatan selanjutnya adalah materi strategi online yang diberikan oleh Kak Ria. Sebagian besar materi ini berisi sharing berbagai kendala yang dialami oleh divisi online tiap kota serta pemecahan masalahnya. Tiba pada kegiatan terakhir yaitu presentasi tentang rencana berbagai kegiatan kampanye dari EH Surabaya yang dijelaskan oleh Kak Ical. Setelahnya, workshop #BeliYangBaik EH se-regional Jawa Timur secara resmi ditutup. Kami dan peserta yang lain mulai berkemas-kemas untuk melakukan makan siang bersama di rumah makan sekitar lokasi workshop. Lalu kami pun berpamitan dengan teman-teman EH dari kota-kota lain sebelum kembali ke Surabaya. Sekitar pukul 14.30, dengan diantar oleh beberapa teman dari EH Batu, kami tiba di Terminal Kota Batu yang kemudian melanjutkan perjalanan pulang. Dengan kondisi sehat dan tidak kekurangan suatu apapun, kami tiba di Terminal Bungurasih pada pukul 19.00.

Banyak sekali ilmu yang kami dapat dari Workshop #BeliYangBaik selama dua hari di Batu kemarin. Dengan berbagai materi yang telah kami dapatkan, kami menjadi lebih mengerti akan pentingnya mengonsumsi dengan bijak produk-produk yang ramah lingkungan tanpa harus merusak hutan dan laut yang dilestarikan keberadaannya. Tidak hanya itu, kami dan peserta workshop dari kota lain pun dapat mempererat tali persaudaraan melalui kegiatan sharing yang kami lakukan selama workshop. Mari bersama kita menjaga ekosistem hutan dan laut dengan bijak mengonsumsi produk yang telah terjamin keramahlingkungannya, karena apa yang kamu beli adalah apa yang kamu dukung. Mari bersama #BeliYangBaik, #IniAksiku mana aksimu!

Kemping Pemimpin Kreatif (KEPIK)

Kemping Pemimpin Kreatif (KEPIK) menjadi aksi untuk “Re-Creation and Re-Greeneration”

Added by Earth Hour Indonesia on 24th August 2015 in the category Earth Hour Depok.

Dalam menyadarkan masyarakat khususnya para generasi muda akan dampak dari perubahan iklim, Earth Hour Depok dengan ini mengadakan kegiatan Kemping Pemimpin Kreatif (KEPIK). Kemping Pemimpin Kreatif (KEPIK) merupakan kegiatan berbentuk kaderisasi gaya hidup ramah lingkungan yang akan dilaksanakan selama 3 hari. Acara ini berlangsung pada hari Jumat-Minggu, tanggal 7-9 Agustus 2015, bertempat di Villa Arlika, Pengasinan, Depok. Acara ini diikuti oleh seluruh volunteer Earth Hour Depok.

Pada acara ini, dimulai saat peserta berkumpul di titik kumpul yang ada, yaitu Balai Kota Depok dan Pertigaan Pengasinan, pada Jumat, 7 Agustus 2015. Sore harinya semua peserta sampai di lokasi dan diberikan pengarahan mengenai acara oleh koordinator acara, ketua pelaksana dan koordinator EH kota Depok. Setelah istirahat dan ibadah peserta masuk ke sesi perkenalan, dimana semua peserta saling berkenalan soal nama, asal kecamatan dan tempat kuliah. Setelah itu masuk ke sesi perkenalan Earth Hour kepada semua peserta dengan sharing dan menonton video Earth Hour. Selesai perkenalan semua peserta beristirahat, mempersiapkan diri untuk hari selanjutnya.

Pagi pun datang, Sabtu 8 Agustus 2015 kegiatan dimulai dengan ibadah, senam dan olah raga lainnya, untuk merenggangkan otot. Setelah sarapan, mulai materi pertama dengan tema Sinergi dengan Pemerintah, yang diisi oleh Bapak Sudjono sebagai Kadis Konservasi dan BLH Kota Depok. Beliau menjelaskan bagaiamana tugas-tugas pokok BLH dan bagaimana komunikasi kepada komunitas Earth Hour Depok. Dalam acara ini peserta juga bermain games tradisional seperti bermain karet untuk mengisi waktu luang setelah materi. Materi kedua dimulai setelah istirahat dan makan siang, dengan tema FKH, yang diisi oleh Ka Meutiara dan Ka Maryati dari Forum Komunitas Hijau Kota Depok. Dalam materi kedua peserta mendapatkan pengetahuan tentang kegiatan FKH kota Depok.

kegiatan KEPIK kegiatan KEPIK kegiatan KEPIK

Di malam hari peserta mendapatkan materi ketiga tentang Earth Hour Depok dan Earth Hour secara global. Peserta mendapat penjelasan dari Ka Dipo (Koor Earth Hour Depok 2013-2014) dan Ka Andra (Anggota Earth Hour Depok 2012-2014 dan Anggota WWF Panda Mobile). Ka Dipo dan Ka Andra menjelasakan kegiatan Earth Hour dari mulai pertama sampai masuk ke Indonesia dan masuk ke Kota Depok. Peserta juga menonton berbagai perjalanan Earth Hour di Dunia sampai di Kota Depok. Setelah itu, materi inti dibawakano leh Koor Earth Hour Kota Depok, M. Fajrussalam, dengan materi “Re-Creation and Re-Greeneration”. Fajrus menjelaskan arti dari lingkungan, pemimpin dan hubungan manusia dengan alam. Setelah materi inti, waktunya Re-Greeneration (Pemilihan calon Koor Earth Hour Kota Depok selanjutnya) dengan tiap volunteer mengajukan diri atau menyebutkan nama-nama yang ditunjuk untuk menjadi Koor Earth Hour Kota Depok selanjutnya. Dan terpilih beberapa orang yang menjadi Koor Earth Hour Kota Depok selanjutnya.

Acara belum selesai, Minggu, 9 Agustus 2015, peserta melanjutkan kegiatan dalam acara KEPIK EHD 2015. Seperti hari sebelumnya pagi diawali dengan ibadah, senam dan olah raga lainnya. Setelah sarapan pagi, acara outbond pun dimulai. Semua peserta mengikuti outbound yang sudah disiapkan panitia. Ada dua games yang dimainkan, yaitu susun kata dan nyalakan lilin. Setelah bermain games, peserta melanjutkan outbound dengan membuat biopori. Biopori sebagai lubang resapan dan lubang penyuburan tanah, dibuat oleh peserta dengan terbagi menjadi beberapa kelompok.

pembuatan biopori di KEPIK pembuatan biopori di KEPIK

 

Siang hari pun tiba setelah makan siang dan mengikuti semua kegiatan yang ada di KEPIK EHD 2015, sesi foto-foto menjadi kegiatan terakhir. Dan semua peserta merasa senang telah mengikuti KEPIK EHD 2015 karena menambah pengetahuan, pertemanan dan pengalaman.

Kemping Pemimpin Kreatif (KEPIK) Kemping Pemimpin Kreatif (KEPIK)

minggu bersama penyu - Pekan Konservasi Penyu

Minggu Bersama Penyu

Added by Earth Hour Indonesia on 19th August 2015 in the category Earth Hour Jogja.

Hari Minggu saatnya main ke luar rumah! Tapi ke mana ya? Tempat main yang asyik, seru, tapi juga bisa bikin kamu makin cinta sama lingkungan. Nah kemarin Minggu tanggal 9 Agustus teman-teman Earth Hour Jogja bareng sama kakak-kakak KKN UGM main ke Konservasi Penyu di Pantai Trisik, Gunung Kidul.

sosialisasi habitat penyu di pantai Trisiksosialisasi konservasi penyu ke sekolah dasar sosialisasi konservasi penyu ke sekolah dasar

Hari Minggu ini enggak cuma main, tapi juga sambil mengenal lebih dekat soal Penyu dan habitat mereka di Pantai Selatan Jogja. Kami juga melepas liarkan sekitar 50 ekor penyu yang berhasil ditetaskan di konservasi penyu di pantai Trisik ini. Hayoo, pada tahu enggak kalo di pantai-pantai Jogja merupakan habitat penyu? Karena masih banyak yang enggak tahu, makanya kakak-kakak KKN UGM dan Earth Hour Jogja ingin ngenalin ke semua warga di Jogja tentang penyu ini.

pelepasan penyupelepasan penyupelepasan penyuminggu bersama penyu - Pekan Konservasi Penyu

Kegiatannya enggak cuma hari Minggu kemarin lho, tapi seminggu penuh. Dalam kegiatan berjudul Pekan Konservasi Penyu. Di Pantai Trisik ini kita bareng-bareng ngebersihin pantai, terus ada juga edukasi ke sekolah dasar tentang penyu dan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kenapa buang sampah pada tempatnya? Karena hampir semua sampah yang di buang sembarangan akhirnya terbawa angin dan hujan dan berakhir di laut atau pantai. Dan sampah ini ganggu banget buat penyu-penyu unyu di Pantai Jogja.

rangkaian kegiatan Pekan Konservasi Penyuposter kegiatan Pekan Konservasi Penyu

Selain itu, kemarin juga ada simbolis penanaman pohon cemara Udang di Pantai Trisik. Kok Cuma simbolis? Karena belum mulai musim hujan, jadi kemarin baru secara simbolis dulu. Rencananya di awal musim hujan nanti, sekitar bulan September, akan di tanam 500 pohon cemara Udang. Gunanya untuk mengurangi abrasi di pantai Trisik ini, agar pasir di bibir pantainya tetap terjaga. Pasir di bibir pantai ini yang nantinya menjadi tempat induk-induk penyu menepi dan bertelur.

Meski cuma 50 ekor penyu yang dilepas liarkan di hari Minggu kemarin, tapi ini membuktikan kalau masih ada populasi penyu di pantai Selatan Jogja. Dan kita perlu menjaga ekosistem pantai Jogja, agar semakin banyak lagi penyu yang mampir dan bertelur di Jogja. Jangan lupa, selalu buang sampah pada tempatnya ya sobat!

Ini Aksiku! Mana Aksimu?

sertifikat partisipasi Pekan Konvervasi Penyu

 

Workshop #BeliYangBaik untuk Hidup yang Lebih Ekologis

Mulailah #BeliYangBaik Sekarang!

Added by Earth Hour Indonesia on 5th August 2015 in the category Earth Hour Cimahi.

Konsumen bijak adalah konsumen yang mengerti apa yang dibeli, menelusuri dan mengetahui rekam jejak produknya. Apakah baik saat proses produksinya, dan tidak menganggu lingkungan juga pengelolaan yang bertanggung jawab.

Produk yang dihasilkan dari proses yang tidak bertanggung jawab, misalnya perusakan hutan, alam dan lingkungan. Hal inilah yang akan berdampak buruk  bagi keberlangsungan ekosistem.  Bukan itu saja, Konflik akan terjadi antara manusia dan fauna endemik.

Gajah, Orang Utan, Harimau Sumatera beberapa hewan endemik yang posisinya kini kian terdesak. Disebabkan karena perusakan dan pengelolaan yang tidak bertanggung jawab dan tidak ramah bagi mereka. Manajemen pengelolaan hutan yang baik diperlukan bagi perusahaan yang bekerja di bidang pengelolaan industri hasil hutan misal : Kayu. Kayu diolah dengan berbagai macam produk terutama yang selalu dikonsumsi dalam keseharian yaitu Kertas dan Tissue.

Usahakan dalam membeli produk hasil hutan, baik kayu maupun bukan kayu, kita membeli yang ramah  lingkungan (Ecolabel). Dan sudah tersertifikasi oleh lembaga yang mengeluarkan sertifikasi, contoh : FSC ( Forest Stewardship Council ) LEI (Lembaga Ekolabel Indonesia) SUCOFINDO (Sertifikasi Legalitas Kayu) RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) juga lembaga lain. Dengan tujuan sebuah perusahaan berkomitmen tinggi mewujudkan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab dan mendukung pengelolaan hutan yang layak secara lingkungan, bermanfaat secara sosial dan ekonomi.

Hutan khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan setiap tahunya mengalami deforestasi yang disebabkan utama-nya oleh pembukaan lahan, ilegal loging, tambang, pertanian skala besar. Jika produk yang kita beli dari proses yang tidak baik, seperti hasil ilegal loging, perusahaan sawit atau bubur kertas yang salah kaprah, Mulailah berpikir ulang untuk menggunakan atau membeli produk dari hasil praktik yang merusak hutan dan lingkungan.

Sebagai konsumen yang bijak dan cerdas. Kita perlu menuntut dan mendorong perusahaan yang bekerja dibidang kehutanan juga pengelolaan hutan untuk mengelola hutan secara lestari. Dan melakukan praktik yang benar, termasuk mengeluarkan sertifikasi ramah lingkungan. sehingga tetap saling berkesinambungan.

Perlu kita tahu, deforestasi hutan oleh perusahaan sawit menyumbang cukup besar  hilangnya hutan indonesia. Hasil dari sawit adalah sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun, kosmetik, industri baja, juga industri farmasi. Jadi mulai sekarang! dorong perusahaan sawit untuk mengelola hutan secara bertanggung jawab.

Selain itu produk dari perikanan perlu juga ditelusuri  kelayakannya secara lingkungan dan tidak merusak ekosistem laut,  utamanya memiliki sertifikat ekolabel MSC (Marine Stewardship Council ) dan atau ASC (Aquaculture Stewardship Council )  dengan tujuan sama mendorong industri juga pelaku bisnis perikanan, menciptakan produk perikanan yang berkelanjutan, mensejahterakan para nelayan dan pro terhadap lingkungan.

Hindari konsumsi seafood dari produk perdagangan hiu, seperti sirip hiu yang sering tersaji di restoran restoran mewah. Komoditas hasil laut maupun didarat (tambak), bukan dari hasil yang merusak ekosistem. Seperti menggunakan pukat harimau, bom, dan racun. Telusuri asal usul produk seafood yang akan kita konsumsi, sebagai bentuk dukungan kita terhadap produk yang dihasilkan dari proses yang baik. Mudah dilakukan jika memang kita benar benar peduli! Mulai tanyakan dari mana seafood berasal.

Dorong pelaku usaha untuk lebih mengetahui dan paham terhadap produk perikanan-nya  dari rantai pertama yaitu nelayan, suplier sebelum jatuh ketangan konsumen. Demi mendorong praktik perikanan yang berkesinambungan.

Jadilah konsumen yang bijak, cerdas, pro lingkungan  dan selalu menanyakan darimana produk hasil hutan-nya, asal usul seafood-nya. Mulailah #BeliYangBaik sebagai tanda  konsumen yang ramah lingkungan.  #UseYourPower  untuk sebuah perubahan! #IniAksiku!.

Penulis : Adrian Pramana – Koordinator Media Earth Hour Cimahi

Tanda tangani petisi #BeliYangBaik di www.Change.org/BeliYangBaik

kerja berkelompok di Workshop #BeliYangBaik

Workshop #BeliYangBaik untuk Hidup yang Lebih Ekologis

Added by Earth Hour Indonesia on 3rd August 2015 in the category Earth Hour Makasar.

Jum’at, 31 Juli 2015 lalu WWF Indonesia mengadakan workshop #BeliYangBaik di Eco Learning Camp (ELC) Bandung. Workshop yang berlangsung selama 2 hari tersebut diharapkan dapat memberikan kesadaran baru kepada para peserta untuk lebih mencintai bumi.

WWF Indonesia mengundang beberapa perwakilan Komunitas Earth Hour dan Marine Buddies Indonesia dari beberapa kota untuk menghadiri Workshop #BeliYangBaik ini. Peserta yang hadir berasal dari Surabaya, Jogjakarta, Makassar, Bandung, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cimahi, Medan, Denpasar, Depok serta Balikpapan. Kota-kota tersebut dipilih karena dianggap memiliki tingkat konsumsi cukup tinggi berdasarkan riset Tim WWF Indonesia terhadap pola konsumsi masyarakat Indonesia.

pembicara di Workshop #BeliYangBaik untuk Hidup yang Lebih Ekologis

Sejak awal workshop peserta dibagikan totebag yang berisi tumbler dan kaos #BeliYangBaik. Dengan ini diharapkan peserta dapat membiasakan diri membawa tumbler sebagai tempat penyimpanan air minum serta menggunakan ecobag sebagai pengganti kantong plastik, kemanapun mereka pergi. Hal ini dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Workshop #BeliYangBaik untuk Hidup yang Lebih Ekologis

Workshop #BeliYangBaik untuk Hidup yang Lebih Ekologis

Peserta workshop dibekali dengan beberapa materi dan keterampilan yang dapat menunjang kinerja Tim Online dan Multimedia untuk mengkampanyekan AKSI #BeliYangBaik ke depan. Workshop ini dibuka dengan materi yang disampaikan oleh Ibu Sherly, salah seorang pengelola ELC, tentang Kesadaran Baru Hidup Ekologis. Beliau menekankan kepada para peserta untuk menerapkan prinsip “7 SADAR” dalam kehidupan mereka yang diwujudkan dalam hidup Sederhana, Hemat, Peduli, Semangat Berbagi, Kebermaknaan, Bermartabat dan Green Science. “Dari kesadaran hidup ekologis akan membentuk sebuah karakter yang baik, dan dari karakter tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan untuk menjaga bumi ini”, terang Bu Sherly.

pembicara Workshop #BeliYangBaik untuk Hidup yang Lebih Ekologis

Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai isu-isu terkini dari kerja konservasi WWF Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Nyoman Iswarayoga, Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan materi kampanye #BeliYangBaik oleh Ibu Dewi Satriani, Campaign Manager WWF Indonesia. Keduanya menyampaikan perkembangan kampanye-kampanye yang dilakukan oleh WWF Indonesia serta keberlanjutannya, dan salah satunya tentu saja kampanye #BeliYangBaik itu sendiri. Dalam penuturan terpisah keduanya juga ditampilkan mengenai kondisi terkini alam Indonesia, baik itu yang ada di darat maupun di lautan.

Selain penyampaian materi dasar untuk kampanye #BeliYangBaik ini, peserta juga dibekali dengan beberapa keterampilan lain di antaranya Pengenalan Jurnalisme Warga dan Penulisan Jurnalisme Dasar, Fotografi Ponsel serta Videografi Ponsel. Materi disampaikan oleh fasilitator berbeda yang ahli di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Anton Muhajir (penulis Media BaleBengong), Ahmad Zamroni (Fotografer, komunitas 1000kata.com) serta Budi Afriyan (Audio Video Craftsman, tetapbergerak.id).
Penyampaian materi yang jelas, singkat, padat namun sarat akan makna menjadikan peserta bersemangat dalam menerimanya. Praktik pembuatan publikasi pun menjadi sangat seru karena setiap peserta yang digabung dalam beberapa kelompok, ditugaskan untuk membuat tulisan serta mengambil foto dan video dengan tema yang berbeda. Namun sangat disayangkan waktu yang diberikan untuk setiap fasilitator terbatas sehingga peserta masih merasa perlu menambah waktu dalam menerima setiap materi. Beberapa di antara peserta melanjutkan diskusi dengan fasilitator di luar kelas.

kerja berkelompok di Workshop #BeliYangBaik

Workshop ini juga diisi dengan Earth Care and Gardening,  sebuah konsep “membumi” yang diajarkan oleh pihak ELC. Dengan meditasi dan berkebun, peserta diajak untuk lebih peka terhadap kondisi alam saat ini. Selain itu pada pukul 12.00 dan 15.00 WIB dinamakan “Saat Hening”. Semua yang ada di lokasi ELC diminta untuk menghentikan segala aktifitas mereka dan mengatur napas sambil mendengarkan suara-suara alam. Dengan itu semua diharapkan terjadi ikatan batin antara peserta dengan alam sehingga mereka dapat merawat dan menjaga alam dengan baik.

Workshop #BeliYangBaik untuk Hidup yang Lebih Ekologis

Workshop #BeliYangBaik untuk Hidup yang Lebih Ekologis

Hal lain yang ada di ELC adalah semua orang diminta memilah sampah yang dihasilkan serta mencuci peralatan makan yang mereka gunakan masing-masing. Prosesnya pun teratur dan setiap tahap dilakukan dalam satu bak cuci yang berbeda sehingga tidak banyak air terbuang percuma. Selanjutnya alat makan dilap hingga kering lalu dikembalikan ke tempatnya semula.

Workshop #BeliYangBaik untuk Hidup yang Lebih Ekologis

Workshop #BeliYangBaik ini ditutup dengan evaluasi kegiatan pada tanggal 1 Agustus 2015 pukul 20.00 WIB oleh Bapak Nyoman Iswarayoga. Beliau juga meminta para peserta membuat komitmen untuk mendukung kampanye #BeliYangBaik. Sesi selanjutnya diisi dengan foto bersama seluruh peserta dan pihak WWF Indonesia, lalu diakhiri dengan bernyanyi bersama jingle Mulailah Dari Diri Sendiri.

Cobalah mem#BeliYangBaik dan Mulailah Dari Diri Sendiri!

Aksi  #BeliYangBaik

Salam KolaborAKSI !!!
#IniAksiku! Mana Aksimu?

peserta workshop #BeliYangBaikAdriani Mutmainnah
Koordinator Online Earth Hour Makassar
Telepon : +6285696065433
Email : Adri.Bioma@gmail.com
Facebook : Adriani Mutmainnah
Twitter / Instagram : @AdriMut
LINE : Adri_Mut

bolang Earth Hour Surabaya

EH Bolang dengan Transportasi Publik

Added by Earth Hour Indonesia on 15th June 2015 in the category Earth Hour Surabaya.

Kampanye EARTH HOUR Surabaya 2015 :
EH Bolang dengan Transportasi Publik
#Ini Aksiku! Mana Aksimu?

Dalam memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2015, Earth Hour Surabaya berinisiasi untuk melaksanakan aksi tentang transportasi publik. Tingginya mobilitas masyarakat Surabaya dengan menggunakan transportasi pribadi berbanding lurus dengan meningkatkan gas buangan bermotor yang terdiri dari CO, CO2, NOx, dan lain-lain. Emisi gas buang kendaraan bermotor berdampak global warming dan menurunkan kualitas udara bagi masyarakat Surabaya. Oleh karena itu, Earth Hour Surabaya melaksanakan aksi penggunaan transportasi publik saat kegiatan sehari-hari yang merupakan salah satu upaya penurunan emisi gas buang kendaraan bermotor.

EH Bolang dengan Transportasi Publik EH Bolang dengan Transportasi Publik

Konsep aksi kali ini ialah berkeliling ke beberapa tempat di Surabaya dengan menggunakan transportasi publik. Pukul 09.00 WIB volunteer Earth Hour Surabaya berkumpul di halte bus Rumah Sakit Islam Wonokromo yang akan dilanjutkan menuju Tugu Pahlawan dengan menggunakan bus damri. Sesampainya di Tugu Pahlawan kami mengunjungi museum Sepuluh Nopember dan melihat film dokumenter tentang perjuangan Arek-Arek Suroboyo melawan sekutu. Saat jam makan siang mulai datang, kami mengadakan piknik di area taman Tugu Pahlawan. Pada pukul 13.30 WIB, perjalanan Earth Hour Surabaya berlanjut menuju Museum Surabaya dengan berjalan kaki. Lokasi Museum Surabaya yang terletak di Jalan Tunjungan tidak terlalu jauh dari Tugu Pahlawan dapat ditempuh selama 20 menit dengan berjalan kaki. Sesampainya di Museum Surabaya volunteer Earth Hour Surabaya berkeliling melihat koleksi barang sejarah di Surabaya. Pukul 15.00 WIB kami mengakhiri perjalanan kami dengan menggunakan bus menuju meetpoint awal yaitu Rumah Sakit Islam Wonokromo.

EH Bolang dengan Transportasi Publik EH Bolang dengan Transportasi Publik EH Bolang dengan Transportasi Publik

Kegiatan hari ini dapat dipantau di media sosial yang dimiliki oleh Earth Hour Surabaya, harapannya followers dari akun kami dapat tertarik menggunakan transportasi publik dalam kegiatannya sehari-hari.