SQ

“Shine a Light on Forest”: Komunitas EARTH HOUR Hijaukan Hutan

Added by Earth Hour Indonesia on 16th March 2016 in the category Uncategorized.

Oleh: Natalia Trita Agnika


 

earthhour.kitabisa.com

Gerakan EARTH HOUR tahun ini kembali mengajak publik untuk beraksi melawan perubahan iklim. Dengan mengusung tema “Shine a Light on Climate Action”, publik diminta memberikan pencerahan dan solusi untuk berbagai permasalahan akibat perubahan iklim. Aksi nyata yang dimulai dari diri sendiri tersebut dapat membawa perubahan, layaknya cahaya lilin yang memberi terang dalam kegelapan.

Pada perayaan ke-8 EARTH HOUR di Indonesia tahun ini, empat inisiatif program konservasi dari komunitas EARTH HOUR di empat kota dilakukan untuk menghijaukan hutan Indonesia. Mulai dari penghijauan di daerah sumber mata air yang memiliki fungsi penting untuk penyangga tanah dan penyerap air hingga penanaman di hutan mangrove yang memiliki beragam manfaat ekologi dan ekonomi.

EH Balikpapan_mangrove

Publik dapat mendukung keempat kegiatan konservasi tersebut melalui program crowdfunding di laman earthhour.kitabisa.com. Dengan demikian, banyak pihak bisa mendonasikan uangnya secara patungan (mengumpulkan uang) untuk mendanai program konservasi hutan yang sedang digarap oleh komunitas penggiat EARTH HOUR di berbagai daerah, yaitu Surabaya, Malang, Balikpapan, dan Denpasar.

Komunitas EARTH Hour regional Jawa Timur mewujudkan tema global EH tahun ini menjadi “Shine a Light on Greener East Java.” Mereka ingin memfokuskan aksi untuk melawan perubahan iklim dengan membuat area Jawa Timur lebih hijau. Penggiat Earth Hour di Surabaya misalnya, mengadakan program untuk menghijaukan mangrove di pesisir Surabaya. Sudah sekitar 2000 bibit mangrove mereka tanam sejak tahun 2015 yang lalu. Upaya pelestarian mangrove tersebut dilakukan karena pembangunan yang mengarah ke pesisir dan pembuangan limbah industri mengalir ke kawasan hutan mangrove.

[Baca juga: Konservasi Hutan Mangrove, Aksi Nyata Earth Hour Surabaya untuk Daerahnya]

Masih dalam semangat penghijauan, penggiat EH Kota Batu, Malang melakukan penanaman pohon. Kegiatan tersebut dilakukan di sekitar kawasan sumber mata air. Hal ini dilakukan mengingat kawasan Kota Batu menjadi salah satu kunci pelestarian sumber mata air karena letaknya yang berada di lereng pegunungan. Dalam sepuluh tahun terakhir, Kota Batu kehilangan setengah dari sumber mata air semula dan sumber mata air yang tersisa mengalami penurunan debit. Melalui program “Konservasi Sumber Air Dok Junrejo”, EH Kota Batu mengajak publik berpartisipasi dalam konservasi sumber mata air Kota Batu. Kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat sekitar apabila pohon yang ditanam tumbuh dengan baik dan membuahkan hasil.

EH Balikpapan juga melakukan penyelamatan mangrove lewat program#SatriaMangrove yang sudah dilakukan sejak tahun 2014. Melalui program ini, mereka berharap agar publik memiliki rasa memiliki terhadap mangrove sehingga turut menjaga, merawat, dan melestarikan keberadaan mangrove yang telah ditanam di daerah aliran sungai (DAS) Manggar, Balikpapan. Dulu, banyak masyarakat pendatang yang tinggal di situ membuka tambak ikan dengan cara menebang pohon-pohon mangrove yang ada di sana. Seiring berjalannya waktu, tambak-tambak tersebut tak lagi produktif dan ditinggalkan begitu saja. Daerah tambak yang sudah kosong dihijaukan kembali dengan adopsi mangrove.

mangrove_for_love_4_3

Aksi serupa dilakukan oleh komunitas EH Denpasar. Pada tahun 2016 ini, EH Denpasar kembali menumbuhkan kecintaan publik terhadap keberadaan mangrove melalui program Mangrove for Love. Program yang mulai dilakukan sejak Februari 2015 ini dilakukan melalui kegiatan pembibitan, perawatan, pembersihan dari sampah plastik, edukasi, dan mencari manfaat ekonomi dari hutan mangrove tanpa mengurangi wilayahnya.

Keempat aksi menghijaukan hutan tersebut telah memberikan cahaya bagi bagi kelestarian lingkungan. Mari kita turut berikan cahaya dengan memberikan dukungan melalui earthhour.kitabisa.com.

Let’s shine a light on forest! INI AKSIKU!